JAKARTA, GITAMEDIA.COM – Ketua DPC Persatuan Alumni (PA) GMNI Jakarta Pusat, Riza Roosdiana Yusuf, memberikan arah baru dalam pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) IV GMNI Jakarta Pusat di Wisma Sangkrini, Senin (30/03/2026).
Di hadapan ratusan kader, Riza menegaskan bahwa “Mentalitet Marhaenis” di era modern harus diwujudkan melalui penguasaan teknologi dan advokasi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat urban.
Dalam sambutannya yang progresif, Riza memaparkan tiga poin kebijakan strategis yang harus menjadi fokus kepemimpinan GMNI Jakarta Pusat ke depan:
Digitalisasi Gerakan (Marhaenisme 4.0)
Riza mendorong kader untuk tidak gagap teknologi.
“Kita harus merebut ruang digital. Marhaenisme hari ini harus mampu diterjemahkan dalam data, konten kreatif, dan solusi digital yang membantu ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
Laboratorium Advokasi Perkotaan.
Beliau mengarahkan agar GMNI Jakarta Pusat menjadi pusat kajian dan pembelaan isu-isu krusial di ibu kota, mulai dari hak hunian layak, akses pendidikan, hingga isu buruh urban.
Sinergi Lintas Generasi.
Riza berkomitmen memperkuat bridging (jembatan) antara Alumni dan Kader aktif melalui program mentoring profesional dan inkubasi kepemimpinan.
“Selamat berkonferensi untuk adik-adikku. Konfercab ini bukan sekadar urusan ganti pengurus, tapi momen untuk melahirkan lokomotif perubahan. Kita tidak hanya bicara soal persatuan nasionalis di atas kertas, tapi membuktikannya melalui kerja nyata di tengah rakyat,” ujar Riza dengan penuh semangat.
Beliau juga mengingatkan bahwa sebagai jantung negara, GMNI Jakarta Pusat memiliki beban moral untuk menjadi barometer gerakan nasionalis di tingkat nasional.
“Tetap semangat, jaga soliditas, dan jadikan Wisma Sangkrini ini saksi lahirnya pemimpin visioner yang berani berdiri di barisan kaum Marhaen,” pungkasnya.
Kehadiran Riza Roosdiana Yusuf dalam forum ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tokoh alumni yang mampu menyelaraskan nilai-nilai ideologis dengan kebutuhan zaman yang transformatif. (sg)











