MEDAN, GITAMEDIA.COM – Ketua Bawaslu Kabupaten Deli Serdang, Febriandi Ginting S, M.Si.,menghadiri acara Halal Bi Halal yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Provinsi Sumatera Utara di RR Coffee, Medan, Sabtu (28/03/2026).
Kehadiran Febriandi Ginting dalam forum tersebut bukan sekadar undangan formal, melainkan bentuk komitmennya dalam menjaga simpul silaturahmi antar-alumni aktivis.
Sebagai figur yang kini memimpin lembaga pengawas pemilu di Deli Serdang, sosok Febriandi dikenal tetap rendah hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan di tengah kesibukan mengawal demokrasi.
Dalam suasana penuh keakraban, Febriandi tampak berbaur dengan sejumlah tokoh senior dan kader PA GMNI Sumut.
Ia menekankan pentingnya peran alumni dalam memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga integritas proses demokrasi di Sumatera Utara.
“Momen ini adalah waktu yang tepat untuk mempererat kembali tali persaudaraan. Semangat nasionalisme dan gotong royong yang kita pelajari di GMNI harus terus diimplementasikan dalam pengabdian kita di masyarakat, apa pun profesinya,” ujar Febriandi di sela-sela acara.
Sejumlah peserta yang hadir pun mengapresiasi kehadiran Febriandi.
Ia dinilai sebagai sosok pemimpin muda yang berhasil menjaga keseimbangan antara profesionalitas jabatan dan loyalitas terhadap garis perjuangan organisasi.
Acara yang berlangsung hangat tersebut diisi dengan diskusi ringan mengenai isu-isu kebangsaan terkini dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas keluarga besar PA GMNI Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Febriandi Ginting memberikan penegasan mengenai tanggung jawab besar yang ia emban.
Ia menyatakan bahwa nilai-nilai perjuangan yang ditempa di GMNI menjadi kompas moralnya dalam memimpin Bawaslu Deli Serdang.
“Menjadi pengawas pemilu bukan sekadar menjalankan aturan teknis, tapi soal menjaga amanah rakyat dan memastikan keadilan tegak tanpa pandang bulu. Sebagai alumni GMNI, saya membawa ruh nasionalisme itu ke dalam kerja-kerja di Bawaslu. Kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian suara rakyat demi kedaulatan demokrasi kita,” tegas Febriandi disambut tepuk tangan para alumni.
Ia juga menambahkan bahwa integritas adalah harga mati bagi seorang pemimpin.
“Jabatan adalah pengabdian sementara, namun integritas dan nama baik adalah warisan selamanya. Saya ingin membuktikan bahwa kader yang lahir dari rahim organisasi perjuangan mampu bekerja profesional, independen, dan tetap dekat dengan masyarakat,” tambahnya. (sg)











