Jakarta, (gitamedia.com) -Pada Kamis, 25 Mei 2023 diadakan diskusi publik oleh Departemen Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta yang bernama DISWIPOL (Diskusi With Sospol) dengan tema “Peran Pemerintah Dalam Menjaga Kestabilan Ekonomi Negara”. Hadir sebagai narasumber adalah Sandiaga Salahuddin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Faldo Maldini selaku Staff Khusus Menteri Sekretaris Negara, dan Faisal Basri selaku pakar ekonomi, Dita Ayu Wulandari selaku Puteri Ekonomi Kreatif, Andi Aditya selaku Tenaga Ahli Komisi Informasi DKI Jakarta, dan hadir juga AKBP Danu Wiyata selaku Analis Intel Polda Metro Jaya yang juga memberikan opening speech untuk membuka acara diskusi tersebut.

Ketua BEM Fakultas Ekonomi UNJ, Agil Pras secara khusus mengajak kepada mahasiswa/i UNJ agar lebih berani mengadakan acara-acara diskusi semacam ini.
Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan acara DISWIPOL, “ini para mahasiswa dapat lebih memahami peran pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi dan kemudian mereka dapat mengkritisi hal itu. Acara ini juga diharapkan mampu menjadi pemantik bagi mahasiswa/i UNJ agar lebih berani mengadakan diskusi semacam ini. Dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka tentang kondisi perekonomian, kita lebih dapat berperan aktif menyumbang ide dan kreativitas untuk perubahan positif dalam perekonomian negara”, Pungkas Agil.
Selain itu, kedepan diskusi seperti ini terus mengundang pakar dan pelaku ekonomi agar Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJ bisa berpikir secara rasional dan lebih terbuka tentang kondisi perekonomian yang sedang terjadi di Indonesia dan lebih menghidupkan lagi diskusi-diskusi yang lebih besar dan luas lagi.
Dalam diskusi tersebut, Andi Aditya selaku TA komisi informasi DKI Jakarta yang juga alumni dari fakultas ekonomi UNJ, menyatakan “tugas besar kita sebagai mahasiswa adalah bagaimana kita jeli melihat permasalahan yang ada di sekitar kita serta ikut untuk menyelesaikan masalah yang ada, UNJ sebagai kampus pendidikan yang dimana banyak diciptakan guru dari berbagai disiplin ilmu, bukan hanya ekonomi, seharusnya bisa melihat permasalahan di sekitarnya”.
Lanjutnya, ia juga menuturkan banyak RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak) di setiap sudut Jakarta, bagaimana cara mahasiswa UNJ yang berlatar belakang pendidikan memanfaatkan RPTRA tersebut sebagai tempat pencerdasan anak maupun warga sekitar, dan juga melakukan pelatihan ekonomi kreatif untuk masyarakat sekitar RPTRA, jadi banyak yang seharusnya kita bisa lakukan, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan seharusnya mahasiswa juga ikut sebagai katalisatornya.
Kemudian, Faisal Basri selaku pakar ekonomi dalam materinya mengatakan “mahasiswa harus ikut dalam pembangunan percepatan ekonomi. Karena, yang terjadi sekarang ini adalah memang lapangan kerja meningkat yang dimana pengangguran berkurang tetapi hanya di sektor informal, kualitas pekerjaannya menurun karena kurangnya akses pelatihan terhadap pekerja informal dan juga pemanfaatan teknologi, ini harus menjadi konsen kita semua dalam hal ini selaku mahasiswa yang mempunyai displin ilmu ekonomi”.
Sementara, Faldo Maldini sebagai staff khusus mensesneg memberikan point penting dimana “Karakter kuat yang terlihat dari para pengusaha atau pelaku ekonomi didalam dunia politik ialah mereka bisa membuat hasil yang maksimal dengan sumber daya yang seadanya, sehingga diharapkan para mahasiswa yang mempunyai latar belakang berdisiplinkan ekonomi dapat meniru karakter tersebut guna mempercepat dan menumbuhkan ekonomi bangsa dan negara”.


Sejalan dengan hal tersebut, Dita Ayu sebagai Putri Ekonomi Kreatif menambahkan, “Sebagai Mahasiswa, harus juga harus mempunyai value added dalam diri kita agar mampu berkompetisi dengan yang lain”.
Dengan percepatan yang terjadi, harusnya kita dapat meningkatkan nilai “value added”, seperti; belajar penggunaan bahasa asing, berorganisasi, dan sebagainya yang mampu meningkatan diri, ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, ketua pelaksana diswipol Fauzan, dalam pernyataannya “Tujuan dari diswipol ini adalah untuk menghidupkan ruang-ruang diskusi khususnya untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJ agar menciptakan Gerakan dan pikiran secara intelektual terkhususnya di ranah Ekonomi dan Politik”.
“Jika kita melihat negara Indonesia dari segi ekonomi, Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat stabil dibandingkan dengan negara-negara internasional, yang dimana belakangan ini negara-negara seperti di wilayah eropa sedang terjadi krisis ekonomi akibat perang Rusia-Ukraina yang tidak kunjung usai. Berbeda dengan Indonesia yang tingkat ekonominya justru stabil dan membaik” Namun nampaknya sangat amat disayangkan jika kita melihat negara Indonesia dari dalam, kita akan melihat kesenjangan sosial yang begitu renggang antara kelas menengah atas dan kelas menengah bawah, dan tingkat kemiskinan yang masih tinggi”, tutupnya.











