80 Tahun Kabupaten Karo
:Menakar Kemajuan,Merajut Harapan dari Perantauan
Oleh : Sistim Ginting, S. Pd
(Ketua Tim Mitigasi Bencana GBKP Rg Tangerang/Sekretaris DPD Karo Banten Bersatu Tangsel)
Hari jadi Kabupaten Karo diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Maret, yang secara resmi ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1946 dan Perda Kabupaten Karo Nomor 2 Tahun 2018. Pada tanggal 8 Maret 2026, Kabupaten Karo merayakan hari jadinya yang ke-80 dengan berbagai perayaan seperti kuliner khas gratis di Lapangan Samura, Kabanjahe
Berdasarkan data terkini hingga awal 2026, kemajuan Kabupaten Karo difokuskan pada penguatan sektor pertanian, peningkatan infrastruktur, dan pengembangan layanan dasar.Pemerintah Kabupaten Karo aktif melakukan transformasi digital dan modernisasi pertanian, terutama di kaki Gunung Sinabung.
Beberapa kemajuan Kabupaten Karo terkini antara lain :
1. Modernisasi Pertanian (Smart Farming),Bupati Karo mendorong pengembangan pertanian berbasis Artificial Intelligence (AI) di kawasan Danau Toba untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen.
2. Pengoptimalan Lahan Rawa,Pemkab Karo sukses memanfaatkan lahan rawa di Kecamatan Mardinding, kaki Gunung Sinabung, untuk menata pertanian yang lebih produktif dan swasembada pangan.
3.Infrastruktur dan Konektivitas,Pemkab Karo berkoordinasi dengan Kemenkoinfra dan Kemenhub untuk percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk pengembangan Dermaga Tongging untuk mendukung pariwisata dan konektivitas Danau Toba.
4. Fokus Layanan Dasar (Pendidikan & Kesehatan),Alokasi APBD-P 2025 memberikan porsi signifikan (29,78%) untuk sektor pendidikan dan kesehatan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
5.Proyek Air Bersih (SPAM),Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui mekanisme KPBU sedang dikebut untuk menjamin pelayanan air bersih yang berkelanjutan.
6.Optimalisasi APBD dan Inflasi,Pemerintah daerah berhasil mendapatkan penghargaan kategori “Sangat Baik” dari KPPN Sidikalang dalam penyaluran dana transfer dan aktif mengendalikan inflasi.
7. Pengembangan Sektor Wisata,Berastagi tetap menjadi motor utama wisata di Sumatera Utara, dengan fokus peningkatan sarana pendukung.
Secara keseluruhan, Kabupaten Karo sedang bertransisi menuju pertanian modern yang didukung infrastruktur yang lebih kuat pada tahun 2026 ini.

Kabupaten Karo juga harus mampu berlari mengejar ketertinggalan dan ketimpangan yang terjadi selama ini di tengah-tengah menghadapi tantangan zaman.
Ketertinggalan di Kabupaten Karo umumnya merujuk pada kesenjangan pembangunan di beberapa wilayah pedesaan dan sektor pelayanan dasar.
Meskipun secara administratif tidak masuk dalam daftar nasional daerah tertinggal, beberapa titik masih menghadapi tantangan serius.
Aspek-aspek utama terkait ketertinggalan di Kabupaten Karo mencakup antara lain :
1. Infrastruktur Jalan dan Aksesibilitas
Beberapa wilayah di Kabupaten Karo masih berjuang dengan akses jalan yang rusak berat selama puluhan tahun.
Kawasan Terpencil,Desa-desa seperti Sugihen dan kawasan Liang Melas Datas sering disebut sebagai daerah yang terpinggirkan karena kondisi geografis dan minimnya pembangunan jalan.
Upaya Perbaikan, Pembangunan jalan di Liang Melas Datas sepanjang 32 kilometer baru terealisasi setelah adanya perhatian langsung dari pemerintah pusat (Presiden Jokowi), yang kemudian diapresiasi warga melalui pembangunan Monumen Juma Jokowi.
Kabupaten Karo masih menuntut proyek infrastruktur besar dari pemerintah pusat untuk mengatasi kemacetan kronis yang menghambat mobilitas warga dan sektor pariwisata.
2. Status Desa Tertinggal
Berdasarkan data kementerian, masih terdapat desa-desa yang dikategorikan sebagai Desa Tertinggal karena keterbatasan akses terhadap layanan dasar, ekonomi, dan administrasi.
Beberapa wilayah Desa tercatat dalam regulasi terkait pembangunan daerah tertingga dan masuk dalam studi kasus pengembangan wilayah desa tertinggal.
3. Sektor Pelayanan Publik
Ketertinggalan juga terlihat pada indikator kualitas hidup, meskipun mulai menunjukkan perbaikan.
Dalam Sektor Kesehatan,Kabupaten Karo baru secara resmi mencapai status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas per 1 September 2025, yang menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sektor Pendidikan dan Pertanian ini sering dinilai masih tertinggal akibat praktik politik dan tata kelola yang kurang optimal, padahal Karo memiliki potensi pertanian unggul seperti jeruk dan markisa.
4. Langkah Pengentasan
Pemerintah daerah saat ini tengah berupaya melakukan akselerasi pembangunan melalui Koordinasi Pemerintah Pusat dan Kolaborasi dengan Lembaga Non Pemerintah.
Bupati Karo, Antonius Ginting, secara aktif melakukan kunjungan ke Kemenko Infrastruktur pada awal 2026 untuk mendesak penyelesaian proyek strategis.
Kerja sama dengan lembaga non-pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kecamatan-kecamatan yang membutuhkan.

Mengembalikan Marwah Sejarah Taneh Karo dinilai menjad penting untuk mengejar ketertinggalan Kabupaten Karo saat ini dalam menghadapi tantangan Zaman..
Mengembalikan marwah sejarah Tanah Karo melibatkan upaya restorasi, pelestarian, dan penghormatan terhadap warisan budaya, peradaban, serta nilai-nilai patriotisme masyarakat Karo.
Berdasarkan penelusuran, sejarah Karo mencakup peran penting dalam perjuangan kemerdekaan, kekayaan adat, serta peninggalan bersejarah.
Beberapa aspek untuk mengembalikan marwah sejarah Tanah Karo antara lain :
1. Pendidikan dan Literasi Sejarah,Mengangkat kembali narasi perjuangan rakyat Karo melawan penjajahan, termasuk napak tilas kehadiran tokoh patriotik seperti Bung Karno dan Bung Hatta di Tanah Karo selama masa agresi militer.
2. Restorasi Situs Budaya dan Agama, Merawat situs bersejarah, seperti Masjid Lama Kabanjahe yang berdiri sejak awal abad ke-20 sebagai saksi sejarah masuknya peradaban Islam di Tanah Karo.
3. Kebanggaan Adat dan Budaya,Mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk bangga akan kekayaan adat Karo dan nilai-nilai Luhur yang diwariskan turun-temurun.
4. Penulisan Sejarah Lokal,Mendorong penelitian dan dokumentasi yang lebih mendalam mengenai kerajaan, komunitas adat, dan struktur sosial tradisional Karo agar tidak hilang dimakan waktu.
Restorasi ini bertujuan agar sejarah tidak hanya menjadi cerita masa lalu, melainkan fondasi dalam membangun identitas dan karakter masyarakat Karo modern.

Masyarakat Karo baik yang tinggal di Kabupaten Karo maupun di Luar Kabupaten Karo mempunyai harapan besar kepada Pemimpin Baru Kabupaten Karo saat ini.
Kabupaten Karo memasuki era pemerintahan baru untuk periode 2025–2030, membawa semangat baru untuk perbaikan birokrasi dan pembangunan daerah.
Kepemimpinan ini ditandai dengan fokus pada pelayanan publik, kolaborasi, dan inovasi.
“Pemimpin Baru, Semangat Baru di Kabupaten Karo” Dibawah Kepemimpinan Bupati Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes.dan Wakil Bupati: Komando Tarigan (Partai NasDem), yang dilantik pada 20 Februari 2025 diharapkan mampu membawa perubahan kemajuan yang signifikan selama periode kepemimpinannya 2025-2030.
Visi & Semangat Baru Bupati Antonius Ginting menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi lintas perangkat daerah, dan menciptakan iklim kerja yang profesional dan produktif.
Untuk penyegaran Birokrasi,Bupati Antonius Ginting aktif melakukan rotasi dan mutasi jabatan, termasuk melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Administrator, dan Pengawas untuk memastikan komitmen kinerja.
Memulai tahun 2026 dengan semangat “Tahun Prestasi”, pemerintah berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan konsolidasi pemerintahan.
Antonius Ginting dikenal aktif dalam kegiatan sosial, seperti “Bupati Karo Sambang Warga” dan memastikan pelayanan prima ke tingkat kecamatan.
Dengan latar belakang purnawirawan Polri dan dokter spesialis, kepemimpinan Antonius Ginting diharapkan memberikan pendekatan disiplin dan humanis bagi pembangunan Tanah Karo.

Sepotong doa dari seorang perantau sering kali berisi harapan agar tanah kelahiran tetap damai, makmur, dan terjaga kerinduan yang mendalam.
Doa ini juga mencakup keselamatan bagi keluarga yang ditinggalkan serta harapan untuk dapat segera kembali. Di tanah perantauan, kenangan akan kampung halaman menjadi penguat perjuangan hidup.
” Tuhan si Mada Kuasa, singalemi taneh Karo Simalem.Di bawah bayang Sinabung dan Sibayak yang megah, izinkan hamba menitipkan rindu dan doa dari negeri jauh . Jaga kerukunan kalak Karo, lindungi sanak saudara di kampung halaman, dan berkahi setiap hasil bumi—jeruk, kopi, dan sayur mayur—menjadi berkat yang mencukupi”.
“Jadikanlah Tanah Karo tempat yang aman, makmur, dan tetap teguh memegang adat Siwah Siding Sada Rambah, di mana pun kaki melangkah.Berikan hamba kekuatan untuk berjuang di tanah rantau, agar suatu saat nanti bisa kembali, membangun kampung halaman tercinta dengan tangan yang terbuka dan hati yang bersyukur.”
Mejuah-juah Taneh Karo Simalem
Selamat Hari Jadi Ke-80 Kabupaten Karo
(08 Maret 1946-08 Maret 2026)
Penulis,
Sistim Ginting, S. Pd.
Lahir dan Besar di Kabanjahe, Tinggal saat ini di Kota Tangerang Selatan, Banten.











