gitamedia.com – Karanggede, Boyolali (04/02/2023). masalah terpenting dari plastik adalah sampah plastik yang tidak dapat terurai secara alami. membersihkan sampah plastik dari muka bumi membutuhkan waktu yang sangat lama, apalagi penggunaan plastik hampir tidak bisa diatur. Plastik juga membuat suhu udara semakin panas dari hari ke hari, karena sifat polimernya yang tidak berpori. Ecobrick merupakan salah satu upaya kreatif untuk mengelola sampah plastik menjadi benda yang bermanfaat, mengurangi pencemaran dan racun yang disebabkan oleh sampah plastik. Ecobrick adalah salah satu upaya kreatif penanganan sampah plastik. Fungsinya bukan untuk menghancurkan sampah plastik, tetapi untuk memperpanjang umur plastik tersebut dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia pada umumnya. Pembuatan ecobrick masih belum begitu populer di kalangan masyarakat luas. Sebagian besar masyarakat masih memperlakukan plastik bekas sebagai sampah plastik rumah tangga, mencemari lingkungan, sungai dan mencemari kehidupan sehari-hari tanpa kesadaran diri.
Informasi Eco dan brick artinya bata ramah lingkungan. disebut bata karena ia dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan bangunan. Maka dari itu ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah nonbiological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Eko-batu bata ini adalah teknologi berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.
Pemanfaatan sampah botlol plastik menjadi ecobrick kiranya menjadi hal yang menarik untuk disebar luaskan kepada masyarakat. Oleh karenanya dipandang perlu pemasyarakatan ecobrick ini kepada seluruh lapisan masyarakat sedini mungkin. Untuk itu dilakukan upaya pengenalan dan pemanfaatan ecobrick kepada masyarkaat khususnya para siswa Sekolah Dasar Desa Bangkok. Tujuan semua ini adalah untuk mengurangi sampah plastik dan memampukan siswa mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang berguna. Penciptaan kegiatan dengan menggunakan ecobricks melibatkan kreativitas dan imajinasi siswa. Teknik yang digunakan untuk membuat ecobrick yaitu dengan memotong plastik kecil menjadi ukuran-ukuran yang lebih kecil dan memasukkannya ke dalam botol plastik bekas. Tindakan Ecobricks ini dapat mencegah limbah plastik mencemari lingkungan dan menghindari proses daur ulang oleh pemain industri yang telah terbukti kurang efektif. Pengelolaan limbah terutama sampah plastik harus dimulai dari diri sendiri dan di biasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan sekola dasar Desa Bangkok sampah plastik yang dihasilkan cukup banyak dan siswa masih banyak menggunakan plastik sekali pakai karena parktis dan tidak berfikir dampak sampah yang dihasilkan kedepannya bagaimana. maka dari itu program pelatihan ini bertujuan agar siswa mampu memahami dampak negatif dari sampah plastik tersebut, agar mampu memngurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan cara mengolah limbah plastik dengan program ecobrick. Oleh karena itu siswa diperlukan pemberdayaan melalui program pelatihan pembuatan Ecobrick, yang dimana nantinya akan menambah pengetahuan mengenai sampah plastik, meningkatkan keterampilan dan kemampuan, akan terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Diharapkan melalui pengenalan dan pelatihan ecobrick ini siswa-siswa SDN Bangkok menjadi sadar akan lingkungan yang memburuk akibat sampah plastik dan mampu bertindak sesuai dengan kemampuannya untuk turut mengurangi sampah plastik.
Penulis:
Hizkia Hevata Sitepu – Program Ilmu Kelautan
Dosen Pembimbing Lapangan :
1. Reni Wiyatasari, S.S, M.Hum
2. Dr. Ir. Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon, M.Si, IPM
3. Irfan Murtadho Yusuf, S.A.P, MPM
(Red)











