TANGERANG SELATAN,gitamedia.com – Tokoh muda Tangerang Selatan, Maruli Marpaung, angkat bicara menanggapi pernyataan kontroversial Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus.
Sebelumnya, Bestari menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkesan “ngebet” menjadi Wakil Presiden di tengah polemik putusan Mahkamah Agung (MA) terkait ijazah Gibran Rakabuming Raka.
Maruli menilai pernyataan elite PSI tersebut sebagai spekulasi politik yang terlalu jauh. Menurutnya, tudingan itu berpotensi mengaburkan substansi hukum yang sedang berjalan ke dalam narasi persaingan kekuasaan semata.
“Kalau argumentasi hukum dijawab dengan tudingan ambisi jabatan, sesungguhnya kita sedang menjauh dari substansi persoalan. Jangan setiap kritik, pandangan hukum, atau sikap politik Demokrat kemudian ditarik-tarik menjadi seolah-olah AHY sedang mengejar kursi Wakil Presiden,” tegas Maruli Marpaung di Tangerang Selatan.
Maruli mengingatkan bahwa dalam iklim demokrasi yang sehat, setiap partai memiliki hak konstitusional untuk memberikan catatan atau kritik terhadap isu publik. Hal ini merupakan bagian dari fungsi kontrol demokratis, bukan sekadar manuver pencarian jabatan.
Ia meminta para politisi untuk mengedepankan adu argumentasi secara objektif daripada melempar insinuasi.
Di bawah kepemimpinan AHY, Demokrat ditegaskannya sebagai rumah besar perubahan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar urusan transaksional kursi kekuasaan. (red)











