Kota Serang, (gitamedia.com) – Walikota Serang Syafrudin mengatakan, program pembangunan infrastruktur sanitasi dan air minum bagi masyarakat masih memiliki banyak kekurangan.
Demikian diungkapkan Syafrudin pada Acara Launching Pembangunan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Tahun Anggaran 2022 di Le Dian Hotel, Selasa 27 Desember 2022.
Syafrudin mengatakan, Pemkot Serang untuk mempercepat penyediaan infrastruktur sanitasi dan air minum pada Tahun 2022 mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Memang masih banyak kekurangan. Kekurangannya masih terkait anggaran, misalnya penyediaan air bersih masih berada di PDAM Kabupaten Serang dan kami memaksimalkan DAK,” ujarnya.
Menurut Syafrudin, ada beberapa titik yang menjadi fokus pembangunan infrastruktur. Seperti, Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) tersebar di Curug, Walantaka, Cipocokjaya dan Kasemen.
Sedangkan, untuk infrastruktur air bersih difokuskan di wilayah Kecamatan Kasemen yang tanahnya memiliki kandungan air payau.
“Alhamdulillah masyarakat sudah menerima bantuan Sanitasi dan Air Minum, ini sudah luar biasa. Baik dari APBD Kota Serang dan DAK,” terangnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR pada tahun 2022 Pemkot Serang mendapatkan anggaran DAK Bidang Sanitasi sebesar Rp3,838 miliar dan DAK Bidang Air Minum sebesar Rp2,840 miliar serta APBD Kota Serang Tahun 2022 Rp1,922 miliar.
Iwan menjelaskan, DAK Sanitasi membantu Pemkot Serang dalam pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat skala permukiman di tujuh lokasi.
Yaitu: Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kelurahan Pabuaran, Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya, Kelurahan Mesjid Priyayi, Bendung, dan Terumbu, Kecamatan Kasemen.
“Tiap lokasi dibangun 1 Unit IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan 60 Unit Sambungan Rumah,” katanya.
“Dengan pembangunan ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, sehingga kesehatan warga akan lebih terjamin,” tambah Iwan.
Kemudian, pada Bidang Air Minum digunakan untuk pembangunan infrastruktur air minum berupa pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah di dua lokasi yaitu Kelurahan Warung Jaud Kecamatan Kasemen dan Kelurahan Unyur Kecamatan Serang.(red)











