Tangsel, (gitamedia.com) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama telah menginisiasi pembentukan anak ranting di salah satu sub-RW wilayahnya. Sabtu (26/02) telah dilaksanakan pembentukan anak ranting yang berbasis kampung di wilayah Kampung Cadasmapar, RW 05, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Pembentukan anak ranting ini menjadi yang pertama dalam wilayah PCNU Kota Tangerang Selatan.
Gus Andi Wibowo, selaku Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi PCNU Tangerang Selatan menyampaikan, bahwa ini menjadi sejarah, dan akan menjadi percontohan untuk wilayah lainnya.
“Ranting NU Setu sudah betul-betul berupaya dengan baik, sehingga malam hari ini terbentuk anak ranting pertama se-Tangsel. Ini adalah sejarah yang mesti dicontoh dan diikuti oleh ranting-ranting lainnya”, tutur Gus Andi.

Selain itu, Gus Andi juga memotivasi kepada para jama’ah dan calon pengurus anak ranting agar dapat berkhidmah di dalam NU karena faktor lahirnya NU yang bersanad, serta mendorong para pengurus dan muhibbin NU agar berani menunjukkan identitasnya sebagai seorang Nahdliyin.
“Kita sekarang harus berani menunjukkan identitas ke-NU-an kita, karena jam’iyyah ini memiliki sanad yang jelas dan sampai pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW”, kata beliau dalam sambutannya.
Pada kesempatan kali ini Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Setu juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa anak ranting akan menjadi garda terdepan dalam mengawal berlangsungnya amaliyah ahlusunnah wal jama’ah.
“Setelah pembentukan anak ranting di kampung Cadasmapar ini, maka setidaknya para pengurus akan menjadi pengawal garda terdepan dalam berlangsungnya amaliyah kita sehari-hari, yaitu dengan pemahaman Ahlusunnah Wal Jama’ah”, kata Kyai Hafidz.
“NU harus hadir dan eksis di tengah-tengah masyarakat, serta dapat menjadi maslahah bagi kehidupan bermasyarakat”, tambah beliau.
Sambutan tuan rumah diwakili oleh ketua RT setempat, yaitu Bapak Alan Sukelang, dan dari pejabat Kelurahan Setu, yang diwakili oleh Bapak Adhi Mustofa selaku sekretaris kelurahan, menyampaikan rasa bangganya bahwa wilayahnya menjadi anak ranting pertama yang dibentuk di Kota Tangerang Selatan, serta menyampaikan harapan bahwa NU selalu dapat menjadi mitra bagi pemerintah di wilayah Setu untuk mengambil peran dalam membangun peradaban, serta mendorong lahirnya kemandirian umat agar bisa lebih sejahtera.
Pada pembentukan anak ranting tersebut, musyawarah Ahlu Halli Wal ‘Aqdi (AHWA) diikuti oleh lima orang, di antaranya yaitu Kyai Alan Sukelang, Kyai Entang, Kyai Agus, Kyai Hafidz Abdullah, dan Gus Bashar Maulana, yang disaksikan oleh Gus Andi Wibowo. Hasil musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menjadikan Kyai Alan Sukelang sebagai Rais Syuriah Pengurus Anak Ranting NU Kampung Cadasmapar, serta menetapkan Ustadz Hadi Hidayat sebagai Ketua Tanfidiziyah Pengurus Anak Ranting Kampung Cadasmapar untuk periode 2022-2026.
Sedikitnya 27 orang jama’ah hadir pada kegiatan tersebut, dan juga turut hadir beberapa perwakilan dari badan otonom dan lembaga NU. Mulai dari Pagar Nusa, IPNU, IPPNU, Ansor Banser, serta Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (LAZISNU).
Terakhir, ketua Ranting NU Kelurahan Setu, Kyai Bashar Maulana menyampaikan bahwa sebelum Ramadhan, ranting NU Setu akan berupaya membentuk 4 anak ranting yang berbasis kampung, yaitu Kampung Cadasmapar, Kampung Sarimulya, Kampung Setu, dan Kampung Muncul. Selanjutnya setelah Idul Fitri, akan diupayakan pembentukan 2 anak ranting berbasis komplek, yaitu Komplek Puri Serpong 1, dan Komplek Perumahan Puspiptek.
Beliau menitipkan pesan bahwa pengurus anak ranting harus segera mulai mengadakan pengajian Aswaja Annahdliyah agar dapat langsung dirasakan kehadirannya di masyarakat.
“Harapannya NU dapat betul-betul hadir di tengah-tengah masyarakat, di akar rumput, dan menjadi pelopor pergerakan bagi Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin, dengan paham Aswaja Annahdliyah, di bawah panji organisasj Nahdlatul Ulama”, tutup Gus Bashar.(bin)











