JAKARTA, 16 Maret 2026 – Anggota Bawaslu Jakarta Selatan (Jaksel), Lensi Anah Gumay, mengajak seluruh jajaran penyelenggara pemilu untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana memperkuat moralitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Hal tersebut disampaikan Lensi dalam program “Ngabuburit Pengawasan” bertajuk “Menjaga Integritas dan Etika Penyelenggara Pemilu di Bulan Penuh Berkah”. Acara ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bawaslu Jaksel pada Senin (16/3/2026) mulai pukul 17.00 WIB.
Dalam kultumnya, Lensi Anah memaparkan bahwa integritas bukan sekadar kepatuhan pada aturan, melainkan cerminan dari kejujuran nurani yang selaras dengan nilai-nilai ibadah di bulan suci.
Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan penyelenggara diawasi tidak hanya oleh publik dan regulasi, tetapi juga merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada Tuhan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan pengawasan ke depan membutuhkan keteguhan etika yang tinggi agar kepercayaan publik terhadap proses demokrasi tetap terjaga.
Lensi juga menghimbau seluruh jajaran agar tetap waspada dan tidak mengendurkan pengawasan meski sedang menjalankan ibadah puasa.
“Bulan penuh berkah ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap memegang teguh kode etik. Integritas adalah harga mati dalam mengawal suara rakyat,” pungkasnya dalam siaran yang diikuti secara daring oleh redaksi Gitamedia.com. (system)











