Tangerang ,gitamedia.com – Dalam rangka memperingati World Rabies Day (Hari Rabies Sedunia), Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang melalui UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) menggelar pelayanan kesehatan hewan dan vaksinasi rabies gratis bagi masyarakat, Selasa (06/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Satu Aksi Bersama untuk Rabies” ini dipusatkan di Kampung Mangga, RW 10, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, AP., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terbangun antara petugas di lapangan dan elemen masyarakat.
Pihaknya menegaskan bahwa DKP berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi program-program proteksi kesehatan hewan guna mendukung terciptanya lingkungan Kota Tangerang yang sehat, aman, dan kondusif. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial dalam memutus rantai potensi penularan zoonosis di wilayah permukiman padat penduduk.

Senada dengan hal tersebut, Kepala UPTD Puskeswan DKP Kota Tangerang, Drh. Wina Listiana, dalam penjelasannya di hadapan peserta yang hadir memaparkan bahwa program ini merupakan wujud nyata pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan warga pemilik hewan peliharaan.
Pantauan jurnalis gitamedia.com di lokasi menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari warga RW 10 Kelurahan Gebang Raya. Puluhan warga tampak tertib mengantre sejak pukul 09.00 WIB dengan membawa hewan kesayangan mereka, yang didominasi oleh kucing dan anjing.
Petugas dari UPTD Puskeswan memberikan pelayanan secara humanis dan profesional. Sebelum disuntik vaksin, setiap hewan wajib menjalani prosedur pengecekan kesehatan terlebih dahulu, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi fisik, guna memastikan kondisi hewan benar-benar prima. Setelah dinyatakan lolos pemeriksaan dan divaksinasi, pemilik hewan diberikan kartu vaksinasi resmi sebagai bukti.

Di sela-sela kegiatan vaksinasi, Kepala UPTD Puskeswan Drh. Wina Listiana ketika diwawancarai media mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang masif dilakukan untuk mempertahankan status Kota Tangerang sebagai wilayah bebas rabies. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pemilik hewan peliharaan.
“Kegiatan pelayanan kesehatan dan vaksinasi gratis ini sengaja kami jemput bola ke tengah pemukiman warga agar jangkauannya lebih luas. Rabies adalah penyakit zoonosis yang berbahaya, namun bisa dicegah total dengan vaksinasi yang teratur. Melalui momentum World Rabies Day ini, kami mengedukasi warga bahwa menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab dimulai dari memastikan kesehatan hewannya,” ujar Drh. Wina Listiana kepada awak media di lokasi acara.

Antusiasme program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam wawancara dengan media, salah satu warga yang hadir membawa kucing kesayangannya mengatakan bahwa program gratis seperti ini sangat membantu dan meringankan beban finansial para pencinta hewan di tingkat lingkungan.
Dukungan senada juga disampaikan oleh Bu Yesi yang hadir langsung di lokasi. Tokoh masyarakat peduli lingkungan tersebut, kepada media ketika diminta tanggapan, kesan, dan pesannya terhadap kegiatan tersebut mengatakan, “Kegiatan vaksinasi Kampung Mangga RW 10 bekerjasama dengan DKP Kota Tangerang sudah berjalan dari tahun 2019 sampai tahun ini. Dan insyaAllah program ini akan berlanjut setiap tahunnya. Karena dengan adanya vaksinasi anabul ini, selain aman bagi warga yang memelihara hewan, juga aman buat warga sekitar karena adanya vaksin rutin setiap tahun untuk hewan peliharaan (anjing dan kucing).”
Guna memastikan efektivitas vaksin, pihak Puskeswan menerapkan lima syarat dan ketentuan utama bagi hewan yang berhak menerima fasilitas gratis ini, antara lain:

- Pemilik wajib menunjukkan KTP Kota Tangerang.
- Jenis hewan yang difasilitasi adalah anjing, kucing, kera, atau musang.
- Hewan peliharaan minimal berusia 5 bulan.
- Hewan dalam keadaan sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit.
- Hewan tidak dalam kondisi bunting (hamil) atau menyusui.
Pihak DKP Kota Tangerang berharap kegiatan serupa dapat terus menstimulus kesadaran kolektif masyarakat di kecamatan lainnya, sehingga keamanan lingkungan dari ancaman penularan penyakit hewan dapat senantiasa terjaga dengan baik. (Adv)











