TANGERANG SELATAN, GITAMEDIA.COM– Sekretaris DPD Karo Banten Bersatu (KBB) Kota Tangerang Selatan, Sistim Ginting, memberikan pernyataan reflektif terkait fenomena Amsal Christy Sitepu yang menjadi pusat perhatian publik nasional belakangan ini.
Sistim Ginting mempertanyakan arah citra daerah Kabupaten Karo saat ini. Ia merasa prihatin jika identitas “Tanah Karo Simalem” mulai tergeser oleh narasi kegaduhan hukum di media sosial.
“Kita harus jujur bertanya, apakah saat ini Tanah Karo lebih terkenal karena amsal (contoh) kasus Amsal Christy Sitepu daripada kekayaan budaya dan prestasi anak mudanya?” ujar Sistim Ginting di Tangerang Selatan, Sabtu (4/4/2026).
Pernyataan ini menanggapi putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Medan yang menjatuhkan vonis bebas (vrijspraak) kepada Amsal Christy Sitepu pada 1 April 2026. Hakim menyatakan Amsal tidak terbukti melakukan korupsi dalam proyek video profil desa tahun 2020-2022.
Meskipun menyambut baik tegaknya keadilan bagi Amsal, Sistim Ginting menilai perhatian masif yang sampai melibatkan Komisi III DPR RI ini meninggalkan “pekerjaan rumah” besar bagi masyarakat Karo.
“Kemenangan Amsal adalah bukti kebenaran. Namun, sebagai putra daerah di perantauan, saya tidak ingin nama besar Karo identik dengan perselisihan hukum atau sekadar viral karena masalah administratif,” tegasnya.
Sistim Ginting mengajak seluruh elemen masyarakat Karo untuk kembali fokus menonjolkan potensi positif daerah. Ia berharap ke depannya, kreativitas pemuda Karo didukung dengan payung hukum dan administrasi yang kuat agar tidak lagi terseret persoalan serupa.
“Amsal sudah bebas dan haknya dipulihkan. Sekarang saatnya kita pastikan Tanah Karo dikenal dunia karena prestasinya, bukan hanya karena ‘viral’ oleh polemik yang menguras energi daerah,” pungkas Sekretaris KBB Tangsel tersebut. (red)











