ANYER, GITAMEDIA.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten terus bergerak aktif membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan vokasi. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) industri lokal yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing secara global.
Komitmen nyata tersebut diwujudkan lewat kunjungan kerja Kepala Disperindag Banten, Dr. Iwan Hermawan, ST., MM, ke kampus Politeknik Industri Petrokimia Banten di Anyer, pada Rabu (25/6/2026).
Direktur Politeknik Industri Petrokimia Banten, Dr. Supardi, S.Pd., M.Pd, bersama jajaran pimpinan kampus menyambut langsung rombongan ini. Turut mendampingi Kadisperindag Banten dalam pertemuan tersebut yaitu H. Bahagia Alamsyah Siregar, S.Sos., MM, Godam Dariyatna, SE., MM, Ria Mulawati, SE, Muktaros Alan Budiyana, SH, dan Ulfi Teten.
Pertemuan strategis ini berfokus pada pembahasan peluang kerja sama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu poin utamanya adalah program link and match, yaitu menyelaraskan kurikulum kampus dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kadisperindag Banten, Dr. Iwan Hermawan, menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah dan lembaga vokasi adalah kunci menghadapi tantangan industri masa kini.
“Banten merupakan salah satu magnet industri terbesar di Indonesia. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku usaha mutlak diperlukan agar lahir SDM yang handal dan sesuai kebutuhan pasar,” kata Iwan.
Menurutnya, penguatan kapasitas tenaga kerja lokal akan menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus mempercepat roda ekonomi berbasis industri di Banten.
Gayung bersambut, Direktur Politeknik Industri Petrokimia Banten, Dr. Supardi, menyatakan kesiapan penuh institusinya untuk mengawal dan menyukseskan program-program strategis Disperindag Banten.
Ia optimis kolaborasi ini membawa dampak positif jangka panjang bagi ekosistem industri daerah, khususnya pada tiga aspek utama: Mencetak lulusan yang siap kerja dan terampil,Mendorong lahirnya inovasi teknologi terapan dan Membangun ekosistem industri yang kokoh dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, kedua belah pihak sepakat untuk menyusun serangkaian program bersama dalam waktu dekat, di antaranya Pelatihan industri intensif bagi masyarakat Fasilitasi sertifikasi kompetensi keahlian Pengembangan program kewirausahaan berbasis industri modern dan Program up-skilling untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.
Diskusi yang berlangsung hangat ini ditutup dengan komitmen kuat bersama untuk membawa Provinsi Banten menjadi wilayah yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera lewat fondasi SDM industri yang unggul. (Red)











