BATAM, (gitamedia.com) — Insiden mati listrik total (blackout) yang melumpuhkan Kota Batam pada Senin (12/10/2026) lalu memicu reaksi keras dari masyarakat. Mewakili suara warga dan pelaku usaha, Batler F. Situmorang melayangkan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Direksi PT PLN Kota Batam guna menuntut evaluasi menyeluruh dan tanggung jawab konkret.
Pemadaman massal yang berlangsung lebih dari 16 jam sejak pukul 06.30 WIB tersebut dilaporkan telah memicu efek domino yang parah. Tidak hanya memutus aliran listrik, insiden ini juga menghentikan pasokan air bersih, melumpuhkan akses internet, hingga menghentikan aktivitas belajar dari rumah (BDR) yang tengah berjalan sepekan terakhir.
Dalam surat terbukanya, Batler menekankan bahwa kerugian ekonomi di sektor UMKM dan industri tidak serta-merta pulih saat listrik kembali menyala. Sektor UMKM menderita kehilangan pendapatan akibat kerusakan bahan baku, sementara sektor industri menghadapi risiko hambatan kontrak kerja akibat terhentinya lini produksi manufaktur. Dampak juga dirasakan langsung oleh pengemudi ojek daring yang kehilangan orderan akibat gangguan sinyal.
Merespons kondisi tersebut, Batler menyampaikan enam tuntutan utama kepada manajemen PT PLN Kota Batam:
- Transparansi Penyebab: Menjelaskan secara terbuka hasil evaluasi teknis kronologi blackout.
- Penguatan Sistem: Melakukan audit menyeluruh pada pembangkit dan jaringan transmisi dengan target waktu perbaikan yang jelas.
- Peningkatan Komunikasi: Menyediakan informasi real-time dan perkiraan waktu pemulihan saat gangguan terjadi.
- Mekanisme Ganti Rugi: Membuka posko pengaduan serta mengevaluasi kompensasi materiil (kerusakan komoditas/alat) dan immateriil.
- Prosedur Klaim Transparan: Menetapkan skema verifikasi klaim ganti rugi yang jelas dan akuntabel bagi pelanggan.
- Mitigasi dan Koordinasi: Memperkuat rencana pencegahan berkala bersama Pemda, penyedia air, operator seluler, dan kawasan industri.
“Kami tidak menuntut agar gangguan tidak pernah terjadi, tetapi menuntut kesungguhan untuk mengurangi risiko, keterbukaan informasi, dan tanggung jawab atas dampaknya. Jangan biarkan masyarakat dan dunia usaha menanggung sendiri dampak pemadaman tanpa penjelasan,” tegas Batler dalam penutup suratnya.
Sampai berita ini diturunkan, masyarakat Batam masih menunggu respons resmi dan langkah konkret dari pihak Direksi PT PLN Kota Batam terkait tuntutan kompensasi tersebut. (sg)











