Denpasar,gitamedia.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar terus gencar melakukan sosialisasi untuk mendorong kepesertaan perlindungan bagi tenaga kerja kategori Bukan Penerima Upah (BPU) secara langsung kemasyarakat.Kamis (17/09/2026)
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya di masa depan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Adventus Edison Souhuwat mengatakan,”dengan datang langsung ke rumah warga secara langsung kami bisa mendengar langsung bahwa masih banyak masyarakat kita yang tidak mengetahui manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan karena menganggap dirinya bukan pekerja kantoran.
Adventus Edison Souhuwat menjelaskan ada tiga program BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diikuti pekerja lepas, di antaranya:
- Jaminan Hari Tua (JHT)
Program ini berguna buat kamu yang pengen punya dana cadangan untuk masa pensiun. Jadi, saat kamu udah nggak kerja lagi, mengalami cacat total tetap, atau bahkan meninggal dunia, kamu dan keluarga akan mendapat uang tunai dari JHT ini.
- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Kalau kamu mengalami kecelakaan kerja atau terkena penyakit yang berhubungan sama lingkungan kerja, JKK akan bantu dengan memberikan uang tunai dan/atau pelayanan kesehatan yang kamu butuhkan.
- Jaminan Kematian (JKM)
Program ini memberikan santunan uang tunai kepada ahli waris kalau peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan atau penyakit akibat kerja.
Adventus Edison Souhuwat menjelaskan pada prinsipnya,BPJS Ketenagakerjaan ingin mengingatkan kembali bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah bagian penting dari kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Dengan pelayanan yang penuh ketulusan, diharapkan peserta semakin merasakan manfaat nyata dari program yang diikutinya.
Menurut dia, jaminan sosial ketenagakerjaan tidak sebatas memberikan perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko selama bekerja. Program tersebut juga dapat menjadi bagian dari perencanaan kesejahteraan dalam jangka panjang.
“Kami berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bukan hanya tentang menghadapi risiko saat bekerja, tetapi juga bagian dari perencanaan kesejahteraan jangka panjang,” katanya.
Dalam sosialisasi, BPJS Ketenagakerjaan turut mengenalkan layanan digital melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile). Peserta dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk memperoleh informasi sekaligus mengakses berbagai layanan tanpa harus selalu mendatangi kantor cabang.
Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah pengajuan klaim JHT melalui JMO. Dengan layanan digital tersebut, peserta dapat mengurus klaim secara lebih praktis melalui perangkat yang dimiliki.
Sementara itu, Abdul Majid, Ketua DPW Madas Nusantara Provinsi Bali mengapresiasi kehadiran BPJS Ketenagakerjaan yang langsung menjelaskan manfaat kepesertaan bagi masyarakat yang bekerja disektor informal seperti pedagang, driver ojek online, buruh harian lepas, sopir dan lainnya
“Ini luar biasa, ada program perlindungan bagi masyarakat yang harus kita optimalkan bersama. Program ini harus sampai dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dan melalui kesempatan ini kami juga mengajak masyarakat untuk segera mendaftar dan mengikuti program perlindungan bpjs ketenagakerjaan dengan sebaik mungkin,”Abdul Majid. (red)











