CIKEAS,GITAMEDIA,COM – Aktivis Cipayung Plus dan gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) resmi menjadi bagian dari “batalyon” dalam defile peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Momen bersejarah ini langsung menyita perhatian publik yang hadir.

Saat parade berlangsung, rombongan mahasiswa tampil kompak membawa spanduk bertuliskan “Cipayung Plus” dan “Gabungan BEM”. Mereka melintas tegap di hadapan Presiden Prabowo Subianto bersama para tamu undangan dalam rangkaian upacara HUT Bhayangkara tersebut.
Melalui narasi yang dibacakan oleh pembawa acara, kehadiran mereka mendapat apresiasi dan perkenalan khusus. Kelompok Cipayung Plus sendiri merupakan aliansi strategis yang mempertemukan 12 organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan tingkat nasional, yaitu:
- HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)
- GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia)
- PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia)
- GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia)
- PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia)
- IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)
- KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)
- KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia)
- HIKMAHBUDHI (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia)
- LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi)
- PII (Pelajar Islam Indonesia)
- HIMA PERSIS (Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam)

Dalam parade tersebut, Cipayung Plus diperkenalkan sebagai forum organisasi mahasiswa ekstra kampus tingkat nasional yang berperan sebagai agen perubahan, pemberi masukan, sekaligus pengawal program nasional dan kebijakan publik.
“Selanjutnya batalyon gabungan Cipayung Plus dan Brigade Persis. Cipayung Plus adalah forum organisasi mahasiswa ekstra kampus di tingkat nasional sebagai agen perubahan untuk memberikan masukan dan berkontribusi mengawal program nasional maupun kebijakan publik,” demikian narasi yang dibacakan pembawa acara.

Sementara itu, Gabungan BEM diperkenalkan sebagai bagian dari “batalyon potensi masyarakat” yang berfungsi menjembatani aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan publik. Kelompok ini juga menjadi wadah koordinasi, kolaborasi, dan sinergi untuk mengawal kemajuan bangsa.
“Inilah batalyon potensi masyarakat gabungan dari pemuda keagamaan dan gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa. BEM berperan menjembatani aspirasi mahasiswa terkait kebijakan publik serta sarana koordinasi, kolaborasi, dan sinergi dalam mengawal kemajuan bangsa,” tambah pembawa acara saat rombongan melintas. (sg)











