Serang, (gitamedia.com) — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 di Kota Serang dinilai semakin transparan. Penerapan sistem digitalisasi yang kian matang terbukti efektif mempersempit ruang intervensi sekaligus memangkas praktik “titip-menitip” calon siswa yang kerap menjadi persoalan klasik setiap tahun.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Serang dari Fraksi Demokrat, Muhamad Farhan Aziz. Menurutnya, migrasi sistem dari mekanisme manual ke digital merupakan langkah positif yang wajib didukung oleh seluruh pihak.
“Pelaksanaan SPMB hari ini sudah mengalami banyak perubahan dibandingkan sebelumnya. Dengan digitalisasi dan sistem yang lebih tertata, alur registrasi menjadi lebih transparan dan potensi intervensi semakin kecil,” ujar Farhan usai menghadiri penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan SPMB, Selasa (16/6/2026).
Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, ketatnya sistem digitalisasi ini sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak pelaksanaan penerimaan siswa baru pada tahun 2025 lalu. Sistem yang dikunci secara digital membuat celah untuk melakukan kecurangan atau meloloskan calon siswa secara ilegal menjadi sangat terbatas.
Bahkan, Farhan secara terbuka mengakui bahwa pada tahun lalu, tidak ada satu pun celah yang bisa ditembus untuk meloloskan titipan.
“Yang saya tahu pada tahun 2025 belum ada anggota DPRD Kota Serang yang berhasil menitip karena portalnya sudah dikunci. Itu berita yang bagus,” ungkapnya.
Meski sistem digital sudah mumpuni, Farhan menegaskan bahwa keberhasilan SPMB 2026 tetap bertumpu pada integritas para pemangku kepentingan (stakeholder). Ia meminta para pejabat pemerintah, kepala daerah, hingga anggota dewan untuk menahan diri dan tidak memanfaatkan jabatan demi meloloskan calon peserta didik tertentu.
Farhan mengingatkan bahwa dunia pendidikan adalah fondasi utama pembentukan karakter generasi muda, sehingga prosesnya tidak boleh dicederai oleh praktik yang melanggar aturan.
“Jangan sampai anak-anak lulus karena hasil titip-menitip. Yang paling penting dalam pendidikan itu karakter. Kalau kepintaran sekarang bisa dicari di mana saja, tetapi karakter harus dibangun dengan cara yang benar,” tegas Farhan.
Di akhir penyataannya, Farhan mengimbau para orang tua wali murid untuk mengikuti seluruh proses seleksi sesuai dengan regulasi yang berlaku serta bersikap lapang dada terhadap apa pun hasil seleksinya nanti.
Berdasarkan koordinasi dengan perwakilan Kementerian Pendidikan terkait penjaminan mutu pendidikan di Provinsi Banten, sistem SPMB akan terus disempurnakan agar semakin akuntabel dan objektif dari tahun ke tahun.
“Seluruh stakeholder yang berpotensi untuk menitip harus dihentikan. DPRD sudah tidak punya akses, begitu juga pejabat lainnya. Kalau lulus ya lulus, kalau belum masuk ke sekolah yang diinginkan, tetap jalani dengan baik,” pungkasnya. (bin)











