JAKARTA,GITAMEDIA.COM– Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif pemerintah membuka rekrutmen 30.000 manajer untuk Koperasi Daerah Komoditas Mitra Produksi (KDKMP) dan Koperasi Nasional Mitra Produksi (KNMP).
Ketua Bidang Koperasi DPP GMNI, Musrivin, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah langkah konkret dan krusial dalam memperkuat kelembagaan koperasi, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan ekonomi berbasis masyarakat agar lebih adaptif, transparan, dan akuntabel.
“Kehadiran tenaga manajerial yang profesional di sektor koperasi adalah kebutuhan mendesak. Langkah ini membuktikan komitmen pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan yang lebih profesional, modern, dan berkelanjutan,” ujar Musrivin dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut Musrivin, program ini juga menjadi peluang emas bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional.
Dengan kompetensi yang memadai, para manajer muda diharapkan mampu menjawab tantangan dinamika ekonomi lokal maupun nasional.
Meski mengapresiasi, DPP GMNI memberikan catatan kritis agar tujuan mulia program ini tercapai.
Musrivin menekankan bahwa proses rekrutmen harus berjalan terbuka, objektif, dan berbasis pada prinsip meritokrasi.
“Kami menegaskan agar proses seleksi dilakukan secara transparan dan profesional. Jangan ada titipan, cari yang benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen kuat dalam mengembangkan koperasi, bukan sekadar administratif,” tegas Musrivin.
DPP GMNI juga menyatakan akan mengawal implementasi program ini. Musrivin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawasi jalannya rekrutmen hingga penempatan, demi memastikan output yang dihasilkan mampu memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat.
“GMNI sebagai organisasi yang berpegang teguh pada ideologi ekonomi kerakyatan, akan terus mengawal agar kebijakan ini benar-benar berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat, bukan sekadar seremonial,” tutupnya. (sg)











