Jakarta (gitamedia.com) -Partai Gema Bangsa resmi melaksanakan deklarasi nasional sebagai partai politik baru di Indonesia pada tanggal 17 Januari 2026.
Ahmad Rofiq, yang sebelumnya merupakan Sekretaris Jenderal Partai Perindo, menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa
Partai ini mengusung konsep desentralisasi politik dan memposisikan diri sebagai partai modern yang terbuka guna menyasar pemilih muda (milenial dan Gen Z).
Dalam deklarasinya, Partai Gema Bangsa secara eksplisit menyatakan dukungan bagi Prabowo Subianto untuk maju kembali pada Pilpres 2029.
Selain Ahmad Rofiq, partai ini diinisiasi oleh sejumlah tokoh seperti Mayor Jenderal TNI (Purn) Andogo Wiradi, Muhammad Sopiyan dan sejumlah tokoh politik lainnya.
Dalam Kepengurusan DPP Partai Gema Bangsa, Nico Aprian Bastanta Ginting Diberi Amanah Sebagai Ketua Bidang Luar Negeri dan Kerjasama Internasional.
Sebagai Ketua Bidang Luar Negeri, ia aktif memberikan pandangan politik partai terkait isu internasional.
Usai Deklarasi Partai Gema Bangsa, Nico Ginting yang datang langsung dari Singapura menyatakan bersyukur acara Deklarasi bisa terlaksana dengan baik dan dihadiri oleh lebih 5000 orang kader yang hadir.
Dibawah kepemimpinan Ahmad Rofiq (Ketua Umum) dan Dr. Muhammad Sopiyan (Sekjen). Partai ini mengusung visi “Indonesia Mandiri” dan “Desentralisasi Politik”.
Hingga Januari 2026, kebijakan luar negeri Partai Gema Bangsa (PGB) di bawah kepemimpinan Ketua Bidang Luar Negeri, Nico Ginting, berfokus pada kemandirian nasional dan peran aktif Indonesia dalam stabilitas global.
Partai ini mengusung visi “Indonesia Mandiri”, yang dalam konteks internasional berarti keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada kekuatan dunia tertentu.
Nico Ginting secara aktif meninjau dan memberikan pandangan mengenai kerjasama bilateral untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.
Melalui berbagai pernyataan politik, partai ini juga menyuarakan dukungan terhadap isu kemanusiaan internasional, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari komitmen terhadap ketertiban dunia.
Kkebijakan luar negeri partai ini merupakan ekstensi dari konsep Desentralisasi Politik dan Indonesia Reborn, yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan politik baru yang modern dan terbuka di kancah internasional. (*)
(sistim)











