JAKARTA, GITAMEDIA. COM – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 H, duet kepemimpinan Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Muhammad Ryano Panjaitan dan Almanzo Bonara, menyampaikan pesan reflektif bagi seluruh pemuda Indonesia.
Di tengah gema takbir yang mulai berkumandang, keduanya mengajak generasi muda menjadikan Idul Fitri sebagai momentum perubahan paradigma.
Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Ryano Panjaitan, menekankan bahwa esensi Idul Fitri bukan sekadar ritual silaturahmi tahunan.
Menurutnya, setelah sebulan penuh menempa diri di “madrasah” Ramadan, pemuda harus muncul sebagai sosok yang lebih solutif.
“Idul Fitri adalah momentum bagi pemuda untuk melakukan restart semangat. Kita telah menempa diri, kini saatnya merayakan kemenangan dengan hati yang fitri.
Saya mengajak seluruh pemuda untuk tidak hanya pandai mengkritik, tetapi menjadi bagian dari solusi dalam membangun negeri,” ujar Ryano dalam keterangan tertulisnya yang diterima media, Jumat (20/3).
Senada dengan itu, Sekjen DPP KNPI, Almanzo Bonara, menegaskan bahwa jiwa suci pasca-Ramadan merupakan modal sosial yang besar bagi bangsa. Ia berharap kesucian hati ini dapat diterjemahkan ke dalam inovasi dan kontribusi nyata di masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kontribusi. Dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, kami jajaran DPP KNPI memohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan,” tambah Almanzo.
Dalam pesan pribadinya yang juga diunggah melalui akun resmi DPP KNPI, kedua tokoh pemuda ini secara khusus menyampaikan ucapan:
“Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H / 2026 M. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Barakallah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang barokah, dan kita dapat bertemu lagi di bulan Ramadan yang akan datang. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.”
Pesan ini mempertegas posisi Ryano Panjaitan dan Almanzo Bonara sebagai pemimpin pemuda yang mampu menyatukan nilai-nilai spiritualitas dengan semangat kemajuan nasional. (sg)











