Kab.Serang, (gitamedia.com)-Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyampaikan dua macam Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda Usul Bupati pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang di gedung dewan setempat pada Rabu, 29 Mei 2024.
Raperda kedua yaitu Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Serang Tahun 2025 – 2045, kemudian Raperda tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang tahun anggaran 2023.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, disampaikannya Raperda tentang RPJPD dan Raperda tentang Pertanggung jawaban APBD Tahun Anggaran 2023 karena RPJPD habis pada Tahun 2026. Di mana saat ini mempersiapkan kembali RPJPD yang harus di sinkronkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) untuk 20 tahun ke depan. “Karena RPJPD kemarin juga sempat dibahas dengan provinsi, sekarang betul-betul harus diselaraskan,”ujarnya kepada wartawan usai paripurna.
Lebih jelasnya, sambung Tatu, untuk rencana pembangunan jangka panjang daerah betul-betul harus selaras dengan rencana pembangunan jangka panjang nasional. “Ini yang nanti akan dibahas. Karena sebelumnya sudah dibahas oleh Bappedalitbang dengan menggelar musrenbang di hadiri dari pusat dan provinsi untuk memberikan materi. Paripurna ini tahapan terbentuknya perdanya,” katanya.
Sedangkan untuk Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2023 pun disampaikan pada Rapat Paripurna yang di pimpin Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum. “Pertanggung jawaban APBD 2023 tadi saya sampaikan untuk di bentuk perdanya,”terang Tatu.
Selain dua raperda usul bupati juga disampaikan dua macam raperda prakarsa DPRD yakni Raperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kabupaten Serang Tahun 2013-2033, dan Raperda tentang Pencabutan Perda Kabupaten Serang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Air Tanah.
Tatu menyebutkan, untuk raperda yang dicabut seperti karena sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang berkaitan dengan zonasi pesisir dan pulau-pulau kecil kemudian juga tanah air. “Itu sudah menjadi kewenangan provinsi, jadi Perda di Kabupaten Serang tentunya harus di cabut,”tegasnya.(fg)











