Jakarta, (gitamedia.com) – Dengan Tema “Nasionalisme ku Adalah Kemanusiaan”, ratusan Kader dan simpatisan PDI Perjuangan, pada Sabtu 18 Juni 2022 menggelar kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah.
Sekretaris DPC PDIP Jakarta Timur, Eko Witjaksono menjelaskan, Bahwa Donor Darah ini dalam rangkaian Memperingati Bulan Bung Karno serta untuk membantu
PMI Jaktim dalam Pengadaan Darah bagi Warga Jakarta Timur.
“Kader PDI Perjuangan Jaktim dari 10 PAC dan Sayap-sayap DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur turut berdonor Darah secara Rutin, dan untuk kegiatan kali ini menyambut Hari donor darah sedunia sekaligus Rangkaian Bulan Bung Karno kami mengadakannya di Gedung PMI Jakarta Timur, Jl. Ngurah Rai Klender ini”. Ujar tokoh yang biasa di sapa Ekowi ini.
Seperti yang kita ketahui, kegiatan donor darah rutin biasanya dilaksanakan setiap bulan secara berkeliling di 10 (Sepuluh) Kecamatan Se Jakarta Timur.
Kegiatan kemanusiaan ini dalam upaya mendukung penyediaan darah bagi warga Jakarta yang membutuhkan darah untuk penyembuhan kesehatan.
“Donor Darah ini juga atas kerjasama DPC PDIP Perjuangan Jakarta Timur dengan PMI Kota Jakarta Timur, dan kita menargetkan 250 kantong darah, sehingga kegiatan akan terus kita laksanakan dalam upaya membantu masyarakat serta menggugah generasi muda untuk menjadi pendonor darah yang aktif,” papar EkoWi menambahkan.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Krisdianto mengaku mengapresiasi kegiatan Donor Darah Jajaran DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur di PMI Jaktim ini, dimana hari ini dalam rangkaian Hari Donor darah Dunia serta rangkaian Bulan Bung Karno, serta HUT PDI Perjuangan, ini wujud kongkret kepedulian sesama, karena kader PDIP Jakarta timur dengan sukarela mendonorkan tanpa melihat siapa yang akan menerimanya.
“Kami sangat berterimakasih DPC PDIP Jakarta Timur sudah menyelenggarakan hingga 101 kali, dan setelah kegiatan ini diharapkan rutin melakukan donor darah di PMI Jakarta Timur, karena kita siap melayani pendonor maupun masyarakat yang membutuhkan darah 24 jam. Pagi, siang, sore malam kapan pun dilayani baik itu donor maupun untuk mengambil darah”, Tegas mantan Walikota Jakarta Timur ini.
Menanggapi keluhan masyarakat akan mahalnya biaya penggunaan darah, Mantan Walikota Jakarta Timur ini memaparkan, bahwa biaya pemrosesan darah cukup mahal, juga peralatan seperti kantong darah.
“Mohon masyarakat memahami bahwa untuk pengambilan darah buat pasien bukan bayar darah, tapi untuk menggantikan pemrosesan darah tersebut juga mengganti kantong darah, tapi jika ada yang membebankan dengan mahal maka laporkan kepada kami di PMI” ungkapnya.











