Kota Tangerang Selatan, (gitamedia.com) – Pemerintahan Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Koperasi Dan UKM Mengelar pelatihan Digital Produk UMKM (22,23,24 Mei 2022 Di Hotel SAHID Serpong, Pelatihan dibuka langsung oleh Walikota Tangerang Selatan, H. Benyamin Davnie dan di ikuti peserta sebanyak 50 UMKM di wilayah Kota tangerang Selatan.
Benyamin Davnie dalam sambutannya mengatakan, target pelatihan agar pelaku usaha bisa menghasilkan produk yang mampu berdaya saing di pasaran.
“Saya sampaikan kepada mereka bahwa digitalisasi ini sudah menjadi bagian dari perputaran ekonomi. Khusus produk UMKM jika mau laku secara digital harus ada pembedanya dengan produk sama dari daerah lain,” kata Benyamin Davnie dalam sambutannya.
“Itu (perbedaan) tergantung pada kreativitas pelaku UMKM. Inovasi mereka untuk produk yang sama,” ujarnya.
Benyamin Davnie mencontohkan, produk pisang menyajikan pisang kipas yang dihasilkan dari daerah Pontianak, Kalimantan Barat. Jika membuat olahan dari bahan serupa, Benyamin menganjurkan agar pelaku UMKM punya kreativitas menciptakan produk baru agar bisa bersaing dengan produk lain.

Kadis Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Warman Syanudin menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus memberikan pelatihan kepada UMKM pelaku UMKM lainnya. “Pelatihan ini kan baru diikuti oleh 50 pelaku usaha.
Saya berharap nanti harus ada yang lain lagi. Nanti ada pengukuran berapa pertumbuhan penjualan mereka,” katanya.
“Nanti akan ada yang expert (ahli) di bidang itu. Akan selalu kami monitoring pertumbuhannya. Apakah laku atau tidak. Jika tidak? Dimana nih persoalannya?” katanya. Menurut dia, pertumbuhan UMKM di Kota Tangerang Selatan terus meningkat mencapai lima hingga 12 persen.
“Produk yang ada harus ditingkatkan. Misalnya, pengolahan yang tadinya manual sekarang menggunakan teknologi apa pun jenis produknya,” kata Warman Syanudin,
“Misalnya, produk dodol. Itu tidak harus manual dari mengolah, membentuk serta packaging-nya. Melainkan bisa menggunakan teknologi.” “Bagaimana higenisnya, kecepatan pembuatan produk, itu yang kami dorong,” ucapnya lagi.
Begitu pula dengan permodalan, pelaku UMKM dapat bekerja sama dengan salah satu aplikasi UKM. Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan juga fokus pada pemasaran produk lewat digital.Dia menambahkan, pihaknya turut bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Puspitek Serpong untuk mendesain daya tahan produk dan peluang dipasarkan di daerah lain.”UMKM sendiri cukup meningkat dalam mendongkrak pendapatan asli daerah. Kurang lebih 20 persen menyumbang PAD (pendapatan asli daerah-Red),” ucapnya.
Melalui aplikasi enterprenur data center (EDC), kata Warman, jumlah UMKM diketahui ada sekitar 142.000.
Jumlah UMKM tersebut diprediksi jauh lebih banyak karena masih ada UMKM yang belum terdaftar. “Masih banyak yang belum terdaftar, karena kami kategorikan UMKM supermikro. Yang penting itu, kami mendorong UMKM itu punya legalitas, ada HAKI, dan halalnya.” “Itu yang kami dorong, serta kami klasifikasikan mana yang masuk ke kuliner, kriya, hingga batik,” kata Warman. (ADV)











