Lebak, (gitamedia.com) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) percepatan penurunan stunting, yang di gelar di Aula Pemkab Lebak, Selasa (14/3/3023).
“Alhamdulillah, ini berkat dari semangat dan kerja keras bersama dalam menanggulangi stunting,” kata Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam keterangannya usai kegiatan yang digelar di Aula Multatuli Setda Kabupaten Lebak, Banten di Rangkasbitung, Selasa.
Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi mengatakan, jika pada tahun 2022 kemarin angka stunting di Banten mengalami penurunan yang signifikan.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat memberikan penghargaan kepada Kota Tangerang sebagai daerah dengan penurunan Terbaik III Prevalensi Balita Stunted Tahun 2022 tingkat Provinsi Banten.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi kepada Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin pada acara Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023.
Kota Tangerang, lanjut Wakil Wali Kota Sachrudin, jadi salah satu kota kota yg berkontribusi tinggi dalam penurunan angka prevalensi di Provinsi Banten
Angka prevalensi kasus stunting tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 11,8 persen dibanding pada tahun 2021 yang berada di angka 15,3 persen merujuk pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
“Peningkatkan kualitas keluarga, SDM dan generasi masa depan ini jadi tanggung jawab bersama. Dengan selalu menjaga sinergitas dan kolaborasi, Kota Tangerang yang bebas stunting bisa kita wujudkan bersama di masa depan,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, Kota Tangerang juga mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sub Bidang KB dan BOKB 2023 senilai Rp6.120.936.000 dan hibah alat kontrasepsi dan non alokon untuk pelayanan KB tahun 2023 senilai Rp 684.313.017, (Advertorial)











