JAKARTA, gitamedia.com – Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia memicu kebanggaan kultural sekaligus harapan besar dari berbagai elemen masyarakat sipil. Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya, Miartiko Gea, menyambut positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang resmi melantik Suahasil di Istana Negara pada Senin (14/9/2026).
Apresiasi ini terasa sangat emosional dan bersejarah karena Suahasil merupakan putra kedua asal Nias yang berhasil menduduki jabatan menteri dalam sejarah republik. Langkah estafet kepemimpinan dari tanah Nias ini menyusul jejak sang ayah, Hanati Nazara, yang merupakan mantan Bupati Nias dan anggota DPR RI.
“Pelantikan Prof. Suahasil Nazara bukan hanya tentang pengisian jabatan kabinet, tetapi juga menjadi momentum kebanggaan besar bagi masyarakat Nias. Beliau adalah putra kedua asal Nias yang dipercaya mengemban amanah sebagai menteri di republik ini. Kami berharap rekam jejak akademis dan birokrasi beliau mampu membawa kehormatan besar bagi daerah asal dan seluruh bangsa,” ungkap Miartiko Gea
Rekam Jejak Matang di Sektor Fiskal
Miartiko menilai penunjukan akademisi dan Profesor Universitas Indonesia ini memiliki dasar yang sangat kuat karena yang bersangkutan bukan sosok baru dalam pengelolaan keuangan negara. Pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan dinilai sangat komprehensif:
Wakil Menteri Keuangan Terlama: Menjabat selama lebih dari 6 tahun sejak tahun 2019 di bawah dua era kabinet yang berbeda.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Memimpin perumusan kebijakan makro ekonomi sejak tahun 2016.
Akademisi Global: Merupakan lulusan Universitas Indonesia, Cornell University, dan University of Illinois Urbana-Champaign.
Menurut Miartiko, posisi Menteri Keuangan memiliki peran yang sangat strategis karena kebijakan fiskal tidak hanya berkaitan dengan angka-angka APBN, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Menteri Keuangan memegang kunci utama kesejahteraan lewat instrumen APBN. Kami mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan ekonomi nasional bukan sekadar grafik makro atau angka di atas kertas, melainkan seberapa besar anggaran negara tersebut mampu mengintervensi kemiskinan, memperkuat sektor usaha mikro, dan menciptakan lapangan kerja yang konkret bagi rakyat,” jelasnya.
PA GMNI Jakarta Raya Siap Mengawal secara Kritis
Kendati mengapresiasi capaian bersejarah putra Nias tersebut, Miartiko menegaskan bahwa PA GMNI Jakarta Raya tidak akan kehilangan sikap kritis dan independensinya terhadap jalannya pemerintahan. Dukungan terhadap kebijakan yang baik akan selalu berjalan beriringan dengan fungsi kontrol sosial.
“Apresiasi yang kami berikan dari PA GMNI Jakarta Raya tidak akan mengurangi independensi dan sikap kritis organisasi. Kami mendukung penuh penunjukan ini karena kapasitas beliau, namun dukungan tersebut berjalan beriringan dengan kontrol sosial yang objektif. Jika ada kebijakan fiskal yang berpotensi membebani rakyat kecil, kami tetap menjadi pihak pertama yang memberikan masukan dan kritik konstruktif,” tegas Miartiko.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi jangan hanya dilihat dari angka makro, melainkan harus terlihat dari meningkatnya produktivitas dan semakin kuatnya ekonomi rakyat di akar rumput.
Di sisi lain, setelah resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026, Suahasil Nazara yang baru saja melakukan serah terima jabatan (sertijab) pada Selasa (15/9/2026) menegaskan bahwa transisi ini merupakan kelanjutan kebijakan. Ia berkomitmen melanjutkan penguatan instrumen keuangan negara, menjaga kredibilitas APBN, serta memastikan kelancaran program-program strategis nasional. Dengan total aset kekayaan mencapai Rp138 miliar berdasarkan LHKPN, Menkeu baru ini kini mengemban tugas besar untuk menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah dinamika global. (sg)











