Yogyakarta (gitamedia.com) – Prof. Drs. H. R. Bambang Soeroto, adalah satu pendiri UPN “Veteran” Yogyakarta.Prof. Drs. H. R. Bambang Soeroto tutup usia pada Sabtu (17/4/2021) di usia yang ke 92 tahun di Rumah Sakit Panti Rapih dan di makamkan ke Makam Pahlawan Kusumanegara, Yogyakarta.
Berdasarkan sumber dari buku Percikan Api tentang sejarah berdirinya Universitas Pembangunan Nasional Prof. Drs. H. R. Bambang Soeroto memiliki profil pendidikan lulusan dari Fakultas Sastra Pendidikan dan Filsafat Universitas Gadjah Mada lulusan tahun 1956 dan pernah menjadi Asisten Ilmu Bumi Alam Fakultas SPF Universitas Negeri Gadjah Mada, lahir 17 November 1929.
Beliau sebagai Rektor pertama dari pendiri UPN Veteran Yogyakarta.
“Keadaan yang akan datang bagi tanah air dan bangsa, adalah terletak di dalam keadaan sekarang, dan keadaan sekarang adalah Kamu.
Serahkan dirimu pada pekerjaan yang menjadi kebahagiaan anak cucu kita, supaya keturunan kita tidak akan mengatakan, bahwa kita telah hidup tidak berguna.
Semoga UPN “Veteran” sukses di dalam melahirkan Sarjana sarjana Pionir Pembangunan Nasional yang berjiwa Pancasila dengan motto “Widya Mwat Yasa,” Pesan Prof. Drs. H. R. Bambang Soeroto saat membuat sambutan di buku Percikan Api.
Rektor pertama sekaligus salah satu pendiri Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta adalah Prof. Drs. H.R. Bambang Soeroto.
Beliau memimpin universitas ini sejak awal berdirinya sebagai Akademi Pembangunan Nasional (APN) “Veteran” pada tahun 1958 hingga tahun 1993, dan berdedikasi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi di kampus tersebut.
Prof. Drs. H.R. Bambang Soeroto berperan penting sebagai Pendiri dan Rektor pertama UPN “Veteran” Yogyakarta.
Selain menjabat sebagai Rektor, Bambang Soeroto memiliki Keahlian sebagai Profesor di bidang Geomorfologi yang dikukuhkan pada tahun 1986.
Prof. Bambang Soeroto diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah berdirinya UPN “Veteran” Yogyakarta.
UPN “Veteran” Yogyakarta sendiri didirikan pada 2 Oktober 1958 oleh para pejuang kemerdekaan, dengan nama awal Akademi Pembangunan Nasional
Prof Bambang Soeroto mendapatkan penghargaan Wimaya Award tahun 2018 kategori karya tulis ilmiah.
Penghargaan diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kemristekdikti, Prof Ainun Naim pada acara Sidang Terbuka Senat UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) dalam rangka Dies Natalis ke-60, Sabtu (15/12).
Penghargaan diberikan kepada Prof Bambang Soeroto atas karya buku Percikan Api : Sejarah Berdirinya UPN “Veteran” Yogyakarta yang diterbitkan pada tahun 1979.
Penghargaan Wimaya Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh UPNVY kepada insan – insan yang memiliki karya kejuangan. Penghargaan ini diberikan setiap 5 tahun sekali saat Dies Natalis.
Pada kesempatan ini pejuang kelahiran Ngawi, tanggal 17 November 1929 juga mendapatkan anugerah sebagai Bapak Pendiri UPNVY.
Pasca perang kemerdekaan Prof Bambang bersama para pejuang veteran mulai merintis pendirian sebuah perguruan tinggi sebagai monumen aktif untuk mewadahi para bekas pejuang yang ingin melanjutkan studinya.
Maka berdirilah APN “Veteran” pada tahun 1958. Kemudian nama APN berubah menjadi PTPN (Perguruan Tinggi Pembangunan Nasional), dan akhirnya menjadi UPN “Veteran” pada tahun 1977.
Prof Bambang pernah menjabat sebagai Rektor UPNVY periode 1958 hingga 1993 dan memperoleh gelar tertinggi dalam pendidikan sebagai profesor di bidang geomorfologi pada tahun 1986.
Berbagai penghargaan telah beliau terima antara lain Anugraha Sewaka Winayaroha dari Menteri Pendidikan Nasional pada tahun 2007 karena jasa-jasa dan pengabdiannya di bidang pengembangan pendidikan tinggi.
Mengenang Prof. Bambang Soeroto, merupakan tokoh Veteran yang gigih berjuang untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Bangsa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Salah satu cita-cita kemerdekaan yang tercantum dengan jelas di pembukaan UUD 1945 adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Merasa terpanggil untuk mewujudkan hal tersebut, seorang veteran pejuang kemerdekaan RI berkumpul dan menggagas sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan pendidikan para mantan veteran pejuang kemerdekaan RI yang rata-rata hanya memiliki ijazah SMA.
Beliau adalah Prof. Drs. R. Bambang Soeroto, veteran pejuang kemerdekaan RI yang memilih mengabdikan dirinya di dunia pendidikan dan pengajaran.
Bersama dengan empat tokoh lainnya, yaitu Ir. Marsito, Soejatmo Siswohardodjo, Soerawan, dan Agus Soemarno, mereka mulai menyiapkan semua keperluan untuk mulai mendirikan lembaga yang saat itu diberi nama Akademi Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (selanjutnya disebut APN “Veteran”).
Keberadaan UPN “Veteran” Yogyakarta saat ini tidak lepas dari peran besar pendiri dan rektor pertamanya, Prof.Bambang Soeroto.
Pak Bambang, begitu beliau akrab disapa, melakukan beberapa usaha untuk mewujudkan gagasannya untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Salah satu usaha yang beliau lakukan adalah dengan mencari gedung perkuliahan.
Dengan usaha yang gigih, beliau berhasil mendapatkan hati direktur STMA Negeri Yogyakarta saat itu, M. Busthanim, untuk meminjamkan 3 ruang kelas dan 1 ruang kantor yang ada di sana, sekaligus mendapatkan izin untuk menggunakan fasilitas telepon mulai pukul 14.00 hingga malam.
Dalam kondisi yang serba tidak menentu pada saat itu, beliau tetap gigih untuk memperjuangkan pendirian APN “Veteran” hingga akhirnya keluar surat keputusan Menteri Urusan Veteran RI No. 121/Kpts/tahun 1958 yang berisi penunjukan Drs. R. Bambang Soeroto untuk menyelenggarakan APN “Veteran” di bawah Kementerian Urusan Veteran.
Setelah surat itu keluar, Pak Bambang kembali melakukan upaya demi upaya untuk menyelenggarakan pendidikan.
Dimulai dengan memanggil seluruh calon mahasiswa untuk melengkapi persyaratan yang diminta, mengadakan tes, hingga menyusun silabus/kurikulum pendidikan bersama dengan tiga tokoh lain, yaitu Prof. Ir. R. Soedarsono Hadisaputro yang kelak menjadi Menteri Pertanian pada Kabinet Pembangunan II, Prof. Ir. Winoto yang kelak menjadi Guru Besar Fakultas Teknik UGM, dan Prof. Soeroso Notohadiprawiro.
Berkat usaha dan kegigihan tiada henti beliau, akhirnya APN “Veteran” berhasil menyelenggarakan kuliah pertamanya pada 15 Desember 1958.
Prof. Drs. R. Bambang Soeroto adalah direktur pertama APN “Veteran”. Cita-citanya memang sangat tinggi untuk memberikan pendidikan yang layak bagi para veteran pejuang kemerdekaan RI.
Bentuk lain kegigihan beliau adalah dengan meminta restu dan pengakuan secara resmi dari para petinggi negara saat itu.
Hingga akhirnya, terdengar kabar dari Soejatmo Siswohardjojo bahwa APN “Veteran” akan diresmikan oleh Menteri Urusan Veteran saat itu, Chairul Saleh yang akan didampingi oleh Presiden Soekarno.
Akhirnya, APN “Veteran” dibuka dan diresmikan pada 21 Februari 1959 dihadiri oleh pejabat tinggi RI dan pejabat-pejabat daerah.
Hari ini, Sabtu, 17 April 2021, Prof. Drs. R. Bambang Soeroto menghembuskan nafas terakhirnya di usianya yang ke-92 tahun.
Civitas akademika UPN “Veteran” Yogyakarta telah memberikan penghormatan terakhirnya di halaman Gedung Rektorat.
Begitu besar jasa-jasa beliau hingga tak terhitung lagi untuk dunia pendidikan. Jasa-jasa tersebut juga telah menginspirasi banyak orang untuk melakukan kontribusi yang sama. (sg)











