LEBAK,GITAMEDIA.COM– Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap ketahanan pangan nasional.
Selain fokus pada komoditas padi, Banten kini tengah memacu pengembangan jagung dan tebu guna memenuhi kebutuhan industri dan daerah.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Nasir, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat posisi Banten sebagai lumbung pangan.
“Bukan saja padi, tetapi termasuk juga jagung. Provinsi Banten juga mulai mengembangkan tebu,” jelas Nasir saat menghadiri pencanangan gerakan tanam jagung di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Selasa (21/4/2026).
Nasir mengungkapkan bahwa potensi pasar jagung di Banten sangat besar. Saat ini, terdapat 14 pabrik pakan ternak di wilayah Banten yang membutuhkan pasokan jagung hingga 4.000 ton per hari.
Guna menjawab tantangan tersebut, Dinas Pertanian Banten dengan dukungan Kementerian Pertanian akan mengoptimalkan lahan kosong seluas 9.000 hektare.
“Target produksi yang kita harapkan adalah 52.000 ton jagung pipil kering,” ungkap Nasir optimis.
Pemanfaatan lahan ini juga didukung oleh sektor swasta dan kelompok tani. Salah satunya adalah Kelompok Tani Mekarjaya yang telah mengelola lahan seluas 20 hektare di Desa Mekarsari sejak tahun 2017.
Gubernur Banten, Andra Soni, yang hadir mencanangkan Gerakan Tanam Jagung Hibrida tersebut, mengapresiasi langkah konkret Dinas Pertanian dan para petani.
Ia berharap Banten dapat menjadi produsen utama jagung nasional dan minimal mampu memenuhi kebutuhan industri lokal.
“Dengan dukungan segenap pihak, kita melakukan pencanangan tanam jagung untuk lahan seluas 10 hektare menggunakan bibit bantuan dari Pemprov Banten. Kita harus memperkuat pertanian untuk memasok kebutuhan aglomerasi Jakarta. Kedekatan jarak ini bisa memangkas biaya logistik sehingga produk kita lebih berdaya saing,” tutur Andra Soni.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan kelompok tani, Provinsi Banten optimis swasembada jagung bukan sekadar target, melainkan fondasi ekonomi baru bagi kesejahteraan petani di Tanah Jawara. (sg)











