TANGERANG,GITAMEDIA.COM– Di bawah kepemimpinan Muis Khairi, Generasi Muda Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (GEMMATAN) Kabupaten Tangerang terus bertransformasi menjadi wadah intelektual yang segar bagi generasi muda.
Hal ini dibuktikan dengan digelarnya forum diskusi bertajuk Warung Pikiran: Meracik Tanya, Menyeduh Makna di Pondok Pesantren Nahdlatul Athfal Al-Bantani, Cisoka, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang membedah filsafat ilmu dan dinamika keislaman ini menjadi panggung bagi Muis Khairi untuk menegaskan visi besarnya.
Sebagai Ketua GEMMATAN Kabupaten Tangerang, Muis dikenal sebagai sosok yang gigih membumikan nilai-nilai thariqah agar relevan dengan gaya hidup mahasiswa dan Gen Z.
“Warung Pikiran ini adalah komitmen kami untuk terus menggerakkan roda organisasi. Kami ingin menghadirkan topik aktual yang menjadi kegelisahan mahasiswa, sekaligus menjadikan thariqah sebagai jalan menuju kesejahteraan dan keberkahan umat,” ujar Muis Khairi dalam sambutannya yang inspiratif.
Muis Khairi menekankan bahwa GEMMATAN hadir untuk mendobrak stigma lama. Jika selama ini thariqah identik dengan kalangan usia lanjut, di bawah arahannya, GEMMATAN justru tampil sebagai jawaban atas tantangan spiritualitas anak muda masa kini.
Sebagai bagian dari regenerasi Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Muis mendorong berbagai program inovatif.
Mulai dari diskusi filsafat, dzikir Gen Z friendly, hingga perkemahan sufi yang dirancang kontekstual bagi dunia kampus.
“Kami berupaya mengubah paradigma. Tasawuf harus bisa diterima luas oleh generasi muda sebagai fondasi karakter, penguat ukhuwah, dan motor kepedulian sosial,” tambah Muis.
Melalui forum seperti Warung Pikiran, Muis Khairi tidak hanya sekadar memimpin organisasi, tetapi juga membangun ekosistem di mana tradisi keilmuan pesantren bersenyawa dengan nalar kritis mahasiswa.
Langkah ini diharapkan mampu mencetak kader-kader sufi modern yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga cerdas secara intelektual dan sosial. (sg)TANGERANG,GITAMEDIA.COM– Di bawah kepemimpinan Muis Khairi, Generasi Muda Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (GEMMATAN) Kabupaten Tangerang terus bertransformasi menjadi wadah intelektual yang segar bagi generasi muda.
Hal ini dibuktikan dengan digelarnya forum diskusi bertajuk Warung Pikiran: Meracik Tanya, Menyeduh Makna di Pondok Pesantren Nahdlatul Athfal Al-Bantani, Cisoka, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang membedah filsafat ilmu dan dinamika keislaman ini menjadi panggung bagi Muis Khairi untuk menegaskan visi besarnya.
Sebagai Ketua GEMMATAN Kabupaten Tangerang, Muis dikenal sebagai sosok yang gigih membumikan nilai-nilai thariqah agar relevan dengan gaya hidup mahasiswa dan Gen Z.
“Warung Pikiran ini adalah komitmen kami untuk terus menggerakkan roda organisasi. Kami ingin menghadirkan topik aktual yang menjadi kegelisahan mahasiswa, sekaligus menjadikan thariqah sebagai jalan menuju kesejahteraan dan keberkahan umat,” ujar Muis Khairi dalam sambutannya yang inspiratif.
Muis Khairi menekankan bahwa GEMMATAN hadir untuk mendobrak stigma lama. Jika selama ini thariqah identik dengan kalangan usia lanjut, di bawah arahannya, GEMMATAN justru tampil sebagai jawaban atas tantangan spiritualitas anak muda masa kini.
Sebagai bagian dari regenerasi Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Muis mendorong berbagai program inovatif.
Mulai dari diskusi filsafat, dzikir Gen Z friendly, hingga perkemahan sufi yang dirancang kontekstual bagi dunia kampus.
“Kami berupaya mengubah paradigma. Tasawuf harus bisa diterima luas oleh generasi muda sebagai fondasi karakter, penguat ukhuwah, dan motor kepedulian sosial,” tambah Muis.
Melalui forum seperti Warung Pikiran, Muis Khairi tidak hanya sekadar memimpin organisasi, tetapi juga membangun ekosistem di mana tradisi keilmuan pesantren bersenyawa dengan nalar kritis mahasiswa.
Langkah ini diharapkan mampu mencetak kader-kader sufi modern yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga cerdas secara intelektual dan sosial. (sg)











