JAKARTA PUSAT, GITAMEDIA.COM – Generasi Muda Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (GENMUDA ISRI) resmi memulai babak baru perjuangannya. Melalui Rapat Pengurus dan Deklarasi Kepengurusan periode 2026–2031 yang digelar sukses pada Sabtu (18/7/2026) di Jakarta Pusat, struktur kepemimpinan baru organisasi resmi dikukuhkan.
Tonggak kepemimpinan tertinggi GENMUDA ISRI kini resmi diamanahkan kepada jajaran fungsionaris teras, yaitu Diasma Sandi Swandaru (Ketua Umum), Herman Dirgantara (Sekretaris Jenderal), dan Achmad Zamzami (Bendahara Umum). Kehadiran kepengurusan anyar ini membawa angin segar sekaligus komitmen kuat untuk membawa organisasi bergerak secara kritis, progresif, dan berintegritas demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.
Dalam pidato politik perdananya, Ketua Umum terpilih, Diasma Sandi Swandaru, menyampaikan pesan ideologis yang tegas di hadapan para kader dan pengurus. Ia menekankan bahwa kaum sarjana muda memiliki tanggung jawab besar untuk tidak menjadi penonton di tengah dinamika bangsa.
“Generasi Muda ISRI tidak dilahirkan untuk menjadi penonton sejarah, melainkan sebagai motor perubahan! Integritas bukan sekadar pemanis kata, tetapi komitmen mati yang harus kita jaga. Mulai hari ini, setiap pemikiran, langkah kaki, dan tetesan keringat kita harus diabdikan untuk membela hak-hak rakyat kecil demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat,” pekik Diasma dalam pidatonya yang disambut gemuruh riuh para kader.
Visi besar tersebut langsung diperkuat oleh komitmen dari roda penggerak internal organisasi. Sekretaris Jenderal GENMUDA ISRI, Herman Dirgantara, menegaskan kesiapannya untuk merapatkan barisan struktur dan melakukan modernisasi administrasi. “Visi besar Ketua Umum tidak akan bermakna tanpa eksekusi yang rapi di lapangan. Tugas saya di kesekretariatan adalah memastikan seluruh instrumen organisasi bergerak serentak. Kita akan melakukan digitalisasi administrasi dan memperkuat konsolidasi kader dari tingkat pusat hingga daerah. GENMUDA ISRI harus menjadi organisasi yang modern, responsif, dan siap hadir di setiap ruang publik,” ujar Herman.
Di sisi lain, kemandirian gerakan organisasi dipastikan mendapat pengawalan ketat dari sektor finansial. Bendahara Umum GENMUDA ISRI, Achmad Zamzami, menyoroti pentingnya keterbukaan dan kemandirian logistik agar gerakan moral organisasi tetap murni. “Perjuangan membela rakyat membutuhkan logistik yang sehat dan mandiri. Kami berkomitmen menerapkan sistem keuangan yang akuntabel dan transparan. Kita akan membangun lumbung ekonomi kreatif organisasi agar GENMUDA ISRI tidak bergantung pada intervensi politik pihak mana pun. Dengan anggaran yang mandiri, gerakan kritis kita akan tetap murni,” tegas Achmad.
Sebagai informasi, posisi kepemimpinan baru ini memikul tanggung jawab sejarah yang besar. ISRI sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan sarjana nasionalis yang memiliki akar historis kuat sejak berdiri pada tahun 1963 di bawah tokoh perintis bangsa seperti Roeslan Abdulgani dan Ir. Bratanata. Setelah melewati fase revitalisasi nasional pada tahun 2017 lalu, kini di tangan generasi Diasma Sandi Swandaru, GENMUDA ISRI optimis mampu mengarsiteki gerakan pemuda yang adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat di era modern.
Acara deklarasi tersebut ditutup dengan penegasan komitmen bersama melalui jargon utama yang terus digaungkan: “Bersama GENMUDA ISRI: Kritis, Progresif, dan Berintegritas!”
Generasi Muda Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (GENMUDA ISRI) adalah sayap kepemudaan dari ISRI, sebuah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun para sarjana, cendekiawan, dan kaum intelektual berbasis kerakyatan sejak tahun 1963. GENMUDA ISRI berkomitmen melahirkan pemikiran strategis dan aksi nyata demi mengawal kedaulatan serta kesejahteraan rakyat Indonesia. (sg)











