TANGERANG SELATAN, GITAMEDIA.COM – Panitia Seleksi (Pansel) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II.b Kota Tangerang Selatan resmi mengumumkan daftar tiga besar calon pejabat untuk lima posisi strategis.
Nama-nama yang lolos kini berada di meja Wali Kota Benyamin Davnie selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Menanggapi hasil tersebut, Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia sekaligus Anggota Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kota Tangerang Selatan, Sistim Ginting, S.Pd, memberikan analisis tajam terkait arah kebijakan pengisian kursi birokrasi ini.
“Hasil seleksi ini bukan sekadar urutan angka atau nilai teknis. Wali Kota kini memegang hak prerogatif untuk menentukan siapa yang paling mampu menerjemahkan visi-misi pembangunan Tangsel ke dalam aksi nyata,” ujar Sistim Ginting.
Berdasarkan pengumuman Pansel, beberapa nama muncul di lebih dari satu formasi, yang menandakan kedalaman kompetensi namun sekaligus tantangan pilihan bagi Wali Kota.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora): Persaingan ketat antara Mukroni, Ucok AH Siagian, dan Budi Mulia. Sebagai tokoh pemuda, Sistim Ginting menekankan bahwa Dispora membutuhkan sosok yang mampu merangkul ekosistem kepemudaan yang dinamis di Tangsel.
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD): Nama Hadi Widodo, Indri Sari Yuniandri, dan R. Billy Sukarsana akan diuji untuk mengelola postur fiskal kota.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP): Dahlan, Ika, dan Juhanas Waluyo memperebutkan posisi krusial dalam penegakan Perda dan ketertiban umum.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag): Mochamad Hardi, Hadi Widodo, dan Mukroni bersaing di sektor penguatan ekonomi pasca-pandemi.
Staf Ahli Kemasyarakatan & SDM: Muncul nama Ika, Haris Jaya Prawira, dan Dina Kurnia Sari Utami.
Sistim Ginting menilai, Wali Kota kemungkinan besar tidak hanya melihat skor akhir, tetapi juga chemistry kerja dan rekam jejak loyalitas serta inovasi.
“Wali Kota Benyamin Davnie dikenal sebagai pemimpin yang sangat terukur. Untuk posisi seperti Kasatpol PP atau Kadispora, aspek manajerial lapangan sangat menentukan. Sementara untuk BKAD dan Disperindag, akurasi data dan visi ekonomi adalah kunci,” tambah Sistim.
Pasca pengumuman ini, bola panas kini berada di tangan Benyamin Davnie. Publik, khususnya organisasi kepemudaan, menantikan apakah pilihan Wali Kota akan didominasi oleh wajah lama yang berpengalaman atau memberikan ruang bagi regenerasi birokrasi yang lebih segar untuk mengakselerasi pelayanan publik di Kota Tangerang Selatan. (red)











