JAKARTA,GITAMEDIA.COM- Ironi memang terjadi, sejarah mencatat pemuda adalah penggerak roda perubahan, dari Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, hingga Reformasi 1998.
Namun kini, wadah besar pemuda Indonesia, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), justru terpuruk dalam krisis identitas yang parah.
Menurut Tengku Rully Fachrialsyah,S.H.,selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Nasional Indonesia, bukan persatuan yang terlihat, melainkan perpecahan yang makin runcing.
“Jika dulu hanya dikenal dualisme kepemimpinan, kini KNPI terbelah menjadi lebih dari 5 kubu yang masing-masing saling mengaku paling benar dan berlomba mencari legitimasi hukum,”jelasnya, Jumat 17 April 2026.
Rully menilai, dari wadah persatuan kini KNPI menjadi arena main politik. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar, yakni ke mana arah organisasi ini?
Banyak kalangan menilai, KNPI perlahan kehilangan jiwa nasionalismenya. Menurut dia, KNPI kini berubah menjadi arena pertarungan elit serta petualang politik.
“Alih-alih memikirkan pemberdayaan generasi muda, energi justru habis terkuras untuk saling menjatuhkan dan memperebutkan kekuasaan. Akibatnya, citra pemuda di mata publik dan pemerintah semakin terdegradasi,* paparnya.
Ia pun menilai pemuda tidak boleh terbiasa dipecah belah. Kondisi ini menjadi alarm bahaya.
Jika pemuda sejak dini dilatih dalam budaya perpecahan, maka hal ini akan menjadi virus yang terbawa hingga masa depan bangsa. Pemuda adalah miniatur negara esok hari.
“Jika hari ini mudah diadu domba, bagaimana nanti mereka memimpin Indonesia?,”ucapnya
Oleh karena itu, peran pemerintah dinilai sangat krusial. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diminta tidak hanya sibuk mengurusi prestasi olahraga.
Tetapi juga harus turun tangan menyelesaikan keruwetan ini. Dikatakannya juga, jika Menpora Erick Thohir tidak bisa menyelesaikan problem yang berada di Organisasi KNPI, maka harus dibuatkan kementrian khusus yang menaungi kepemudaan.
Sehingga nantinya dapat senantiasa menyelesaikan problem yang ada di pemuda. Rully juga menilai, sudah saatnya pemerintah hadir sebagai penengah dan pemersatu.
Pemerintah perlu mengambil alih agar KNPI kembali ke khittah perjuangannya, menjadi tempat kaderisasi yang sehat, kaya ide, dan berjiwa kritis. Bukan tempat orang bermain politik.
“Jalan keluarnya satu yakni pemerintah harus segera menginisiasi Kongres Persatuan KNPI. Satukan kembali barisan, kembalikan marwah pemuda, dan buktikan bahwa pemuda Indonesia adalah pelopor persatuan, bukan pelopor perpecahan,”tutup dia. (sg)











