PANCUR BATU, GITAMEDIA.COM – Rangkaian program peningkatan kapasitas relawan kemanusiaan melalui Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Tahap Lanjut bagi Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) resmi berakhir. Seluruh agenda di hari kedua sukses dilaksanakan dengan fokus pendalaman penyelamatan pada Sabtu (18/7/2026).
Berbeda dengan hari pertama yang berpusat pada materi mitigasi dan pengelolaan posko shelter, agenda Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana hari kedua dilaksanakan secara langsung di lapangan. Lokasi kegiatan dipusatkan di Taman Alamta Jaya, Sei Gelugur, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.
Di bawah pengawasan dan bimbingan ketat dari jajaran tim pelatih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, para peserta mengikuti Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana dengan materi fisik mengenai penanganan darurat di perairan.
Fokus utama kegiatan pada hari kedua ini adalah Water Rescue. Ini merupakan sebuah teknik penyelamatan darurat yang menjadi bagian penting dari Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana untuk menghadapi situasi krisis di air, seperti musibah banjir maupun penyelamatan di daerah aliran sungai.
Melalui program ini, Mamre GBKP dilatih untuk menguasai tiga poin krusial:
- Metode Pertolongan Efektif: Menerapkan prinsip hierarki penyelamatan Reach, Throw, Row, Go, Tow untuk mengamankan korban di air secara bertahap demi keselamatan bersama.
- Teknik Alat Keselamatan: Mengoperasikan alat penyelamat standar, seperti penguncian life jacket secara benar serta akurasi lemparan pelampung (ring buoy) ke arah korban.
- Taktik Evakuasi Cepat: Melakukan manuver perahu karet, teknik pengangkatan korban menggunakan papan spinal (spine board), serta triase darurat guna meminimalkan risiko fatalitas cedera.
Usai menuntaskan seluruh rangkaian materi fisik dalam Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana yang cukup menguras energi di Taman Alamta Jaya, rombongan peserta kemudian bergerak kembali menuju Kantor BPBD Provinsi Sumatera Utara. Kantor ini berlokasi di Jalan Medan-Binjai, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Setibanya di lokasi, seluruh peserta dan instruktur melaksanakan makan siang bersama. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi yang telah terbentuk selama Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana berlangsung.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan upacara penutupan kegiatan secara resmi. Acara penutupan ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Ketua Bidang Diakonia BPP Mamre GBKP, Suhanto Sembiring.
Setelah seluruh prosesi penutupan selesai, suasana penuh kebersamaan mengiringi akhir dari kegiatan intensif yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Para peserta Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana dari berbagai klasis daerah kemudian bersiap-siap untuk kembali ke wilayah masing-masing. Mereka kini siap mengaplikasikan bekal pengetahuan serta keterampilan baru demi mewujudkan masyarakat yang tangguh dan budaya siaga bencana di tengah lingkungan mereka. (sg)











