CIREBON,GITAMEDIA.COM– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon melalui program pendampingan keuangan berbasis teknologi digital. Program tersebut mengintegrasikan literasi keuangan, aplikasi Smartpreneur, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta sistem pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memperluas akses pembiayaan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pendampingan Keuangan UMKM Cirebon Berbasis Smartpreneur untuk Penguatan Arus Kas dan Akses Permodalan dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Akuntansi S1, S2, dan S3 FEB UNJ dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon. Sebanyak 30 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon mengikuti kegiatan yang juga melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai pendamping.

Perwakilan FEB UNJ, Dr. Choirul Anwar, S.E., M.B.A., M.A.F.I.S. dan Dr. Ayatulloh Michael Musyaffi, S.E., Ak., M.Ak., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mentransformasikan hasil riset menjadi solusi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Menurut keduanya, penguatan tata kelola keuangan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi fondasi penting bagi UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan, S.H., M.Pd.I., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama FEB UNJ. Ia menilai peningkatan kompetensi pengelolaan keuangan merupakan kebutuhan utama agar UMKM tidak hanya mampu meningkatkan omzet, tetapi juga memiliki arus kas yang sehat, administrasi yang tertata, serta kesiapan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Sebagai simbol penguatan kerja sama, FEB UNJ menyerahkan plakat kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon sekaligus memberikan peralatan dan teknologi pendukung bagi pelaku UMKM sebagai upaya mendorong digitalisasi pengelolaan usaha.
Dalam sesi pelatihan, Dr. Indra Pahala memaparkan pentingnya pengelolaan keuangan bagi UMKM, mulai dari pencatatan transaksi, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, pengelolaan arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Selanjutnya, Dr. Muhammad Yusuf, S.E., M.M. memperkenalkan aplikasi Smartpreneur, sebuah platform berbasis telepon pintar yang membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan transaksi, memantau arus kas, serta meningkatkan literasi keuangan secara praktis. Aplikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha dalam menyusun informasi keuangan yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha maupun pengajuan pembiayaan.

Pada sesi berikutnya, Windy Permata Suyono, S.Ak., M.Ak. bersama Eka Septariana Puspa, S.E., M.Ak., Ak., CA menjelaskan pemanfaatan aplikasi persediaan dan pemasaran yang terintegrasi dengan teknologi AI. Melalui sistem tersebut, pelaku UMKM dapat mengelola stok barang secara lebih akurat sekaligus memperoleh rekomendasi strategi pemasaran berbasis data untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas pasar.
Materi ditutup oleh Fauzan Fadlullah, S.Ak., M.Kom. yang memperkenalkan Integrated Marketing and Service System berbasis web. Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan pemasaran, layanan pelanggan, dan informasi usaha dalam satu sistem sehingga proses bisnis menjadi lebih efektif, terdokumentasi, serta mampu meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pendampingan yang berlangsung interaktif. Peserta berkonsultasi mengenai pencatatan keuangan, pengelolaan persediaan, strategi pemasaran digital, hingga implementasi teknologi dalam operasional usaha. Pendampingan turut didukung Yayan Hendriyan, S.T., M.T., Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Bidang Usaha Mikro, sehingga peserta memperoleh perspektif dari sisi akademik maupun kebijakan pemerintah.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, terutama mengenai pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, strategi memperoleh pembiayaan, serta penerapan teknologi digital sesuai kebutuhan usaha. Pendekatan yang mengombinasikan literasi keuangan, aplikasi Smartpreneur, teknologi AI, dan sistem pemasaran terintegrasi dinilai memberikan solusi yang aplikatif bagi pengembangan UMKM.
Melalui program ini, FEB UNJ bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon berharap dapat membangun ekosistem pendampingan UMKM yang berkelanjutan. Penguatan kapasitas pelaku usaha melalui literasi keuangan dan transformasi digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola usaha, memperluas akses pembiayaan, memperkuat daya saing UMKM, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (sg)











