BENGKULU, GITAMEDIA.COM – Anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bengkulu, Elisa Ermasari, S.Mn., memberikan ucapan selamat dan apresiasi mendalam atas perayaan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang ke-72 tahun.
Dalam momentum bersejarah ini, Senator Elisa menyoroti pentingnya relevansi tema yang diusung tahun ini, yakni “Menyulam Persatuan – Menggerakkan Perubahan Bangsa”.
Menurutnya, di tengah dinamika global dan nasional saat ini, semangat gotong royong adalah kunci utama kemajuan.
“Saya mengucapkan selamat memperingati Dies Natalis GMNI ke-72. Mari kita jadikan momentum ini untuk terus bergerak, bahu-membahu, dan saling bergotong royong. Persatuan bukanlah sesuatu yang instan, melainkan harus terus kita ‘sulam’ dengan kerja nyata untuk perubahan bangsa yang jauh lebih maju,” ujar Elisa Ermasari dalam keterangan resminya, Senin (23/03/2026).
Senator muda yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi daerah ini juga menekankan bahwa kader GMNI harus tetap memegang teguh jati diri sebagai garda terdepan intelektual yang progresif.
“Teruslah menjadi elemen penting bangsa dengan semangat ‘Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang’. Dari daerah, kita mulai langkah besar untuk Indonesia,” tambahnya.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Elisa mengajak seluruh elemen pemuda, khususnya kader GMNI di Bengkulu dan seluruh Indonesia, untuk tidak lelah berkontribusi bagi tanah air. Salam Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang!
Elisa juga menyoroti peran strategis GMNI Bengkulu dalam mengawal isu-isu krusial di Bumi Rafflesia. Ia berharap kader GMNI dapat menjadi mitra kritis sekaligus solutif dalam mendorong hilirisasi potensi daerah dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Bengkulu memiliki potensi besar, mulai dari sektor maritim hingga komoditas unggulan daerah. Saya mengajak rekan-rekan mahasiswa di GMNI untuk tidak hanya kritis di jalanan, tapi juga menjadi arsitek gagasan yang mampu membantu pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat kecil (Marhaen) agar lebih mandiri secara ekonomi,” tegas Elisa.
Menurutnya, sinkronisasi antara kebijakan di tingkat pusat (melalui DPD RI) dan pengawalan di tingkat daerah oleh mahasiswa adalah kombinasi yang kuat.
“Kita harus pastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh akar rumput di Bengkulu,” tutupnya.
(sg)











