KARAWANG, GITAMEDIA.COM – Peta kekuatan politik kaum nasionalis di Kabupaten Karawang kian solid menjelang momentum strategis ke depan. Hal ini tercermin dari pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Karawang yang sukses digelar pada Jumat (31/07/2026). Momentum ini tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi panggung bertemunya kekuatan eksekutif, legislatif, dan basis gerakan ideologis.
Melalui mekanisme musyawarah mufakat, forum tertinggi tersebut resmi menetapkan struktur inti Dewan Pengurus Cabang (DPC) PA GMNI Karawang periode 2026–2031, yakni Uus Hidayat sebagai Ketua, Dian Suryana sebagai Sekretaris, dan Putra Azmi sebagai Bendahara. Estafet kepemimpinan baru masa bakti 2026–2031 yang diserahterimakan dari Ketua DPC PA GMNI Karawang demisioner ini mengemban misi besar bertema “Revitalisasi Peran Alumni GMNI untuk Mendukung Terwujudnya Karawang Maju dan Berkeadilan”.
Kehadiran Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., untuk membuka langsung acara ini memberikan sinyal politik kuat mengenai pentingnya posisi tawar alumni GMNI dalam peta kebijakan daerah. Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai bentuk penguatan relasi strategis antara pemerintah daerah dengan basis intelektual nasionalis. Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh mengapresiasi jalannya forum dan menegaskan bahwa pemikiran serta jejaring PA GMNI sangat dibutuhkan sebagai mitra kritis sekaligus kolaborator utama pembangunan Karawang.
Di sisi lain, bobot politis acara ini semakin menebal dengan turun gunungnya Ketua DPD PA GMNI Jawa Barat yang juga merupakan tokoh kunci parlemen, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M. Sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, kehadiran Ineu membawa pesan konsolidasi organisasi yang linier dari tingkat wilayah hingga basis massa terbawah.
Ineu didampingi langsung oleh jajaran elit teras DPD Jabar, termasuk Ketua Harian Pamriadi, Sekretaris Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si. yang juga merupakan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Wakil Ketua Bidang Organisasi Irman Rahayu, serta Bendahara Dwiputro Aris Wibowo, S.H., M.H. Dalam pidato politiknya, Ineu menegaskan bahwa PA GMNI adalah wadah pemersatu ideologis yang memiliki fungsi strategis dalam distribusi kader ke berbagai pos penting kehidupan bernegara.
“PA GMNI merupakan wadah pemersatu alumni yang memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan kaderisasi sekaligus menjadi jembatan distribusi kader di berbagai sektor kehidupan,” tegas legislator senior Jawa Barat tersebut.
Sinyal pergerakan masif dari Karawang ini langsung memantik respon cepat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PA GMNI. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Dr. Robby R. Repy, S.H., M.H., langsung melayangkan pujian politis atas solidnya konsolidasi di lapangan. “Jabar Bergerak, Teh Ineu makin keren, Teh Rafih makin menyala,” ujar Dr. Robby R. Repy memberikan semangat.
Dukungan serupa juga ditiupkan oleh Ketua Harian DPP PA GMNI, Ir. Arudji Wahyono, bersama Wakil Ketua Kompartemen DPP PA GMNI, Zamzami Achmad. Keduanya kompak menyerukan pesan perang urat syaraf organisasi untuk terus bergerak tanpa henti. “Mantap luar biasa, gas terus, jangan kasih kendor!” tegas mereka.

Ketua DPC PA GMNI Karawang terpilih masa bakti 2026–2031, Uus Hidayat, menyambut estafet kepemimpinan ini dengan komitmen politik yang tegas. Ia memastikan bahwa di bawah komandonya, PA GMNI Karawang akan dikonsolidasikan menjadi kekuatan kolektif yang mampu mendistribusikan pengaruh pemikiran, memperluas jejaring lintas sektor, serta memastikan arah kebijakan daerah tetap berada pada jalur yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Karawang.
Menutup jalannya forum, Wakil Sekretaris DPD PA GMNI Provinsi Jawa Barat, Rafih Wulandari, S.IP., M.Si., memberikan sinyal bahwa ekspansi pergerakan kaum nasionalis ini akan langsung bergeser ke wilayah tetangga dalam waktu dekat.
“Selanjutnya Purwakarta dan Pangandaran. Izin menyampaikan rekan-rekan semua, Konfercab Kab. Karawang baru selesai dilaksanakan, dihadiri dan dibuka oleh Pak Bupati langsung. Merdekaaa!” pungkas Rafih dengan penuh optimisme.
Sebagai informasi, Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) merupakan organisasi intelektual berasaskan Pancasila 1 Juni 1945 dan Marhaenisme. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah berhimpunnya para alumni GMNI dari berbagai lintas generasi, profesi, dan latar belakang politik, yang berkomitmen menjaga keutuhan NKRI serta aktif mendistribusikan pemikiran maupun kader terbaiknya demi mewujudkan keadilan sosial di seluruh lini kehidupan berbangsa dan bernegara. (sg)











