Depok , gitamedia.com – Aroma khas disinfektan dan langkah kaki yang teratur menjadi melodi harian di koridor gedung rawat inap RSUD Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok [rsudksa.depok.go.id]. Di tengah hilir mudik pelayanan pasien dan kecemasan keluarga yang menunggu, ada ritme kerja yang terjaga ketat. Kenyamanan dan keselamatan pasien di rumah sakit pemerintah ini dikendalikan oleh sinergi solid antara manajemen keperawatan dan para kepala ruangan.
Menjaga mutu pelayanan di rumah sakit daerah menuntut keseimbangan sempurna antara ketegasan regulasi dan kelembutan hati asuhan keperawatan. Langkah taktis di tingkat ruangan rawat inap dipantau langsung secara berjenjang dari pusat manajemen. Ade Suhendri, S.Kep, Ners, selaku Kepala Bidang Keperawatan RSUD KiSA Kota Depok, terus mendorong penerapan supervisi klinis yang ketat demi mempertahankan standar operasional prosedur (SOP) tertinggi.
“Sinergi antara manajemen keperawatan dan kepala ruangan adalah kunci utama. Kami memastikan setiap perawat, baik staf senior maupun mahasiswa yang sedang menjalani bimbingan klinik, memiliki disiplin tinggi, kepatuhan SOP, serta empati penuh dalam memberikan pelayanan patient safety,” tegas Ade Suhendri saat memberikan arahan keperawatan.
Kebijakan mutu tersebut diwujudkan secara nyata di lapangan oleh para nakhoda ruangan. Salah satunya berjalan di unit rawat inap melalui dedikasi Ns. Lely Novita Peranginangin, S.Kep. Selaku Kepala Ruangan sekaligus Pembimbing Klinik (Clinical Instructor/CI) dengan kompetensi Keperawatan Medikal Bedah (KMB), beliau mengemban tanggung jawab ganda yang krusial.
Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya terik di kawasan Sawangan, koordinasi ketat atau operan dinas dipimpin langsung oleh Kepala Ruangan. Mereka menyisir rekam medis, memastikan instruksi dokter spesialis teraplikasikan dengan presisi, hingga mendengarkan keluhan langsung keluarga pasien. “Menjadi perawat itu panggilan jiwa, tetapi memimpin sebuah ruang perawatan adalah seni menjaga harapan kesembuhan pasien,” ungkap Ns. Lely Novita.
Mencetak Generasi Penerus Lewat Bimbingan Klinik
Dinamika kerja di RSUD KiSA Depok juga menjadi laboratorium hidup bagi institusi pendidikan. Di tangan dingin para Pembimbing Klinik seperti Ns. Lely Novita, para mahasiswa praktikan keperawatan ditempa. Praktik lapangan kerap menjadi momen mendebarkan bagi calon perawat. Di sinilah peran CI diuji untuk menyalurkan ilmu, mengawasi tindakan medis agar tetap aman, sekaligus mengajarkan etika komunikasi terapeutik,bagaimana berbicara dengan hati kepada pasien.
Direktur RSUD KiSA Kota Depok, dr. Agus Gojali, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa keperawatan adalah wajah terdepan dari kualitas rumah sakit. Dedikasi manajemen keperawatan yang kini adaptif terhadap teknologi digital seperti integrasi sistem rujukan dan pemantauan asuhan menjadi bukti nyata bahwa RSUD pemerintah mampu menyajikan pelayanan kelas prima.
Ketika jam kunjungan usai dan lampu selasar mulai diredupkan, tanggung jawab itu tidak serta-merta luruh. Manajemen keperawatan bersama para Kepala Ruangan memastikan sistem operasional malam berjalan aman. Dari balik meja perawat RSUD KiSA Depok, ketulusan itu terus mengalir, merawat kesembuhan warga kota dengan dedikasi yang tak pernah sepi. (sg )











