Mangunreja, Gitamedia.com — Persoalan sampah di Desa Mangunreja menjadi pintu masuk bagi Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya (UNSERA), PT INTI Everspring Indonesia, dan Pemerintah Desa Mangunreja untuk membuka peluang kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Penjajakan tersebut dilakukan melalui diskusi dan peninjauan kondisi di lapangan untuk memahami persoalan, kebutuhan, serta potensi solusi yang dapat dikembangkan melalui program CSR. Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga yang belum optimal, sampah yang masih ditemukan di lingkungan dan aliran sungai, hingga kebutuhan akan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Peneliti pada Pusat Studi CAC sekaligus Koordinator Program Kolaborasi CAC UNSERA–PT INTI Everspring Indonesia, Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA., mengatakan bahwa kolaborasi perlu diawali dengan pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat agar program yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan persoalan di lapangan.
“Kita tidak ingin program hanya berhenti pada bantuan atau penyediaan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem dan perubahan perilaku masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA.
Dari sisi pemberdayaan masyarakat, Direktur CAC UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan, termasuk melalui kelompok PKK.
“PKK memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan Pokja 1 sampai Pokja 4 dapat diintegrasikan dalam gerakan pengelolaan sampah,” jelas Dr. Liza Diniarizky Putri.
Menurutnya, setiap kelompok dapat mengambil peran sesuai bidangnya, mulai dari membangun nilai dan kepedulian terhadap lingkungan, edukasi keluarga, pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, hingga penguatan aspek kesehatan lingkungan. Dengan demikian, persoalan sampah tidak hanya dilihat sebagai persoalan kebersihan, tetapi sebagai gerakan bersama yang dapat menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Upaya membangun perubahan perilaku juga dinilai perlu dimulai sejak usia sekolah. Karena itu, salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan proyek lingkungan di sekolah yang dapat mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan serius dan kolaboratif. Pemerintah desa berharap kerja sama yang dijajaki dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Persoalan sampah ini tidak cukup hanya dengan sosialisasi. Kami berharap ada solusi yang konkret dan berkelanjutan, termasuk bagaimana sampah dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat,” ungkap H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si.
Sementara itu, Koordinator CSR PT INTI Everspring Indonesia, Ahmad Nahudin, mengatakan bahwa penjajakan ini dilakukan untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung sebelum menentukan bentuk program CSR yang akan dikembangkan.
“Kami ingin melihat terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan di lapangan. Harapannya, kolaborasi dengan desa dan UNSERA dapat menghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ahmad Nahudin.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah gagasan mulai dipetakan, antara lain edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan sekolah, pengembangan biopori di lingkungan rumah dan sekolah, penguatan sistem pengumpulan, serta kajian terhadap peluang pengolahan dan daur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Namun, seluruh gagasan tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan pemetaan awal. Bentuk program, mekanisme pelaksanaan, serta dukungan yang akan dikembangkan selanjutnya masih akan dikaji bersama berdasarkan hasil assessment di lapangan.
Melalui penjajakan kolaborasi ini, CAC UNSERA, PT INTI Everspring Indonesia, dan Pemerintah Desa Mangunreja membuka ruang untuk mengembangkan pendekatan pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga pada perubahan perilaku, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan peluang ekonomi sebagai bagian dari upaya pembangunan desa yang berkelanjutan.











