TANGERANG,gitamedia.com – Guna memperluas jangkauan edukasi politik kepada masyarakat, KPU Kota Tangerang menggelar diskusi interaktif melalui bedah buku “Tipologi Partai Politik dan Skema Pendanaan Partai Politik” karya August Melaz dan Pipit R. Kartawidjaja. Acara dilaksanakan secara hybrid berpusat di Aula Lantai 3 KPU Kota Tangerang pada Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua KPU Kota Tangerang Qori Ayatullah beserta seluruh jajaran komisioner dan kesekretariatan KPU Kota Tangerang demi memastikan platform diskusi publik berjalan optimal. Qori Ayatullah mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang tersaji dalam forum ini.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme masyarakat, akademisi, dan praktisi pemilu yang membaur hari ini. Memahami tipologi dan aliran dana parpol bukan lagi konsumsi internal elite, melainkan pengetahuan penting bagi masyarakat luas demi menjaga kualitas demokrasi kita,” tutur Qori Ayatullah.
Sekretaris KPU Kota Tangerang, Fandu Dwiadma Oktavirawan, S.IP., menyebutkan pemanfaatan teknologi digital mampu menarik minat publik secara luas. “Kegiatan dilaksanakan secara hybrid bertempat di Aula Lantai 3 KPU Kota Tangerang dan secara daring diikuti lebih dari 150 peserta,” kata Fandu.

Untuk mengupas dinamika pendanaan partai, KPU menghadirkan Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Muhammad Adnan Maghribbi Sairil Ashar sebagai narasumber utama. Adnan memaparkan pentingnya pemahaman publik terhadap sumber logistik partai politik.
“Jika publik ingin melihat komitmen demokratis sebuah partai, lihatlah dari mana pos-pos pendanaan mereka didapatkan dan bagaimana dana tersebut dibelanjakan. Buku ini memandu masyarakat agar jeli mengawasi independensi keuangan partai politik,” tutur Adnan.
Materi bedah buku kemudian ditelaah secara mendalam oleh panelis Dr. Ade Reza Hariyadi, S.IP., M.Si. (Dekan FIA Unkris 2023-2027) dan Akhmad Subagja (Komisioner KPU Provinsi Banten) dengan jalannya alur diskusi yang dipandu ketat oleh Komisioner KPU Kota Tangerang, Rustana Hasan.
Dr. Ade Reza Hariyadi menerangkan bahwa penguatan tata kelola partai harus sejalan dengan perbaikan skema bantuan. “Reformasi partai tidak akan berjalan lancar jika kita membiarkan skema pendanaan parpol buram. Perlu ada keseimbangan yang sehat antara sumbangan pihak ketiga yang legal dan bantuan pendanaan publik, sehingga semua parpol memiliki keadilan akses,” ujar Dr. Ade Reza.
Kehadiran Akhmad Subagja turut memberikan perspektif teknis regulasi yang berharga bagi para peserta. “Edukasi mengenai skema pendanaan ini sangat penting bagi publik. Pemahaman komprehensif dari buku ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan masyarakat terhadap dana parpol di Banten,” tutur Akhmad Subagja.
Selain menjadi wadah literasi, agenda ini menjadi ruang pertemuan profesional antar-praktisi pemerintahan. Fandu mengutarakan kesan mendalam atas hadirnya salah satu panelis. “Yang spesial pada kesempatan ini, Alhamdulillah dapat bersua dengan senior Mas Ade Reza (Alumni Ilmu Pemerintahan Fisip Undip 97) sebagai narasumber,” ungkap Fandu.
Diskusi yang menyediakan fasilitas pengetahuan baru serta e-sertifikat bagi peserta Zoom Meeting ini dinilai memberikan dampak pemahaman baru. Rustana Hasan selaku moderator menyatakan kepuasannya terhadap kelancaran teknis koordinasi acara.
“Alhamdulillah lancar. Koordinasi tim kesekretariatan dalam mengelola sistem hybrid berjalan sangat baik, sehingga dinamika tanya jawab antara narasumber, panelis, dan peserta daring tidak menemui hambatan berarti,” ungkap Rustana Hasan.
Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini diakhiri dengan ucapan terima kasih dari pihak kesekretariatan kepada seluruh partisipan. “Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan terimakasih kepada semua yang hadir dan mensukseskan acara. Suksesnya acara ini menjadi suntikan semangat bagi jajaran staf KPU untuk terus mengemas program sosialisasi yang kreatif,” tutup Fandu. (sg)











