TANGERANG SELATAN,GITAMEDIA.COM – Memperingati Hari Kartini, Ketua Pergerakan Sarinah Tangerang Selatan, Wulan Sari, menegaskan bahwa semangat perjuangan emansipasi perempuan tidak boleh dilepaskan dari konteks zaman, terutama di tengah bayang-bayang konflik global dan ketegangan geopolitik saat ini.
Menurut Wulan, momen ini adalah ajakan refleksi atas peran perempuan dalam keadilan, perdamaian, dan kemanusiaan.
“Hari ini kita memperingati perjuangan R.A. Kartini. Namun di saat yang sama, dunia sedang menghadapi konflik yang berdampak luas, termasuk terhadap perempuan dan anak-anak. Ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai,” tegas Wulan Sari dalam pernyataannya, Selasa (21/4/2026).
Wulan menyoroti, dalam situasi krisis global modern, perempuan menjadi kelompok yang paling rentan terdampak krisis pangan, ekonomi, hingga akses kesehatan dan pendidikan.
Pergerakan Sarinah Tangsel memandang nilai-nilai Kartini—kesetaraan, keberanian berpikir, dan keadilan sosial—semakin relevan di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
“Kartini mengajarkan kita untuk berpikir merdeka dan berani melawan ketidakadilan. Semangat itu harus kita lanjutkan, tidak hanya di level lokal, tetapi juga dalam kepedulian terhadap isu-isu global seperti perdamaian dunia,” lanjutnya.
Melalui momentum ini, Wulan Sari mengajak seluruh perempuan, khususnya generasi muda, untuk aktif mengambil peran dalam menjaga solidaritas sosial, memperkuat ketahanan masyarakat, serta menjadi agen perubahan di tengah berbagai tantangan zaman.
“Perempuan hari ini bukan hanya pewaris perjuangan Kartini, tetapi juga benteng kemanusiaan di tengah krisis global,” pungkasnya. (sg)











