JAKARTA ,14 Maret 2026 – Proses seleksi Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta kini menjadi sorotan tajam. Di tengah habisnya masa periode komisioner lama, tahapan seleksi justru jalan di tempat tanpa kejelasan. Kondisi ini memicu kritik pedas dari Sistim Ginting, Pengamat Komisi Informasi Publik sekaligus tokoh pemuda yang aktif di DPP PA GMNI dan DPP KNPI.
Dalam sela-sela acara Dialog Nasional dan Buka Bersama DPP PA GMNI di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sistim Ginting meluapkan keresahannya terhadap kinerja Pimpinan Komisi A DPRD DKI Jakarta. Ia menilai proses fit and proper test yang tak kunjung digelar telah merugikan para peserta seleksi yang kini nasibnya terkatung-katung.
“Ini ada apa dengan Komisi A? Draft sudah ada, peserta sudah menunggu lama, tapi jadwal fit and proper test seperti sengaja diulur-ulur. Jangan sampai publik beranggapan ada ‘permainan’ di balik kemandekan ini,” tegas Sistim yang dikenal sering berdiskusi intens dengan Komisioner KI se-Indonesia.
Sistim menambahkan bahwa kekosongan kepemimpinan yang definitif di KI DKI Jakarta akan berdampak buruk pada pelayanan sengketa informasi publik di ibu kota. Ia pun secara terang-terangan meminta ketegasan dari pucuk pimpinan Jakarta.
“Jika DPRD terus menunjukkan performa yang lamban dan tidak profesional, Gubernur Pramono Anung harus segera turun tangan. Jangan biarkan hak publik atas informasi tersandera oleh urusan birokrasi di legislatif yang tidak produktif,” tambahnya dengan nada tinggi.
Keresahan ini, menurut Sistim, bukan sekadar opini pribadi, melainkan akumulasi dari keluhan para peserta seleksi yang merasa dipermainkan oleh ketidakpastian jadwal.
Publik kini menunggu keberanian Pimpinan DPRD Jakarta untuk segera menyelesaikan tahapan yang tersisa atau menghadapi mosi tidak percaya dari masyarakat sipil. (red)











