Bogor (gitamedia.com), 16 Januari 2026 Di lereng hijau Puncak Halimun, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah berlangsung acara puncak Panen Raya Jagung Manis di atas lahan seluas sekitar 3 hektare milik Chandra Bisawan.
Pemanenan jagung di lahan tersebut sebelumnya telah dilakukan secara bertahap sejak 11 Januari 2026. Hal ini disebabkan oleh karakteristik masa panen jagung manis yang tidak berlangsung serempak pada setiap tanaman. Secara keseluruhan, total hasil panen mencapai sekitar 20 ton.

Hasil Kolaborasi
Pembukaan dan pengelolaan lahan merupakan hasil kolaborasi antara PT Global Timur Nusantara (GTN) dan Ase Kae Lingko Manggarai (AK5) sebagai pengelola lahan, PT Formula TOP Indonesia (FTI) sebagai produsen dan pemasok Pupuk Formula 100+, serta pemilik lahan Chandra Bisawan.
“Ini adalah hasil kolaborasi beberapa pihak sebagai uji coba. Kami sebagai pengelola lahan mendapat dukungan dari produsen Pupuk Formula 100+ serta kesediaan pemilik lahan, Bapak Chandra,” ujar Samuel, Direktur PT Global Timur Nusantara.

Hal senada disampaikan Ketua AK5, Yohanes Aben. Menurutnya, penggunaan Pupuk Formula 100+ terbukti efektif pada tanaman jagung. “Dalam tempo sekitar tiga bulan, tanaman sudah bisa dipanen dengan hasil yang sangat baik,” ujarnya.

Sementara itu, Leonardus Halim Jemadu, salah satu manajer pemasaran Pupuk Formula 100+, menjelaskan bahwa pupuk tersebut telah teruji meningkatkan hasil panen, tidak hanya pada jagung, tetapi juga pada padi, bawang, cabai, sayur-sayuran, hingga tanaman keras.
“Yang penting adalah mengetahui cara pemakaian serta tahapan aplikasinya. Formula 100+ sudah digunakan di berbagai daerah di Indonesia dan, berdasarkan pengalaman para petani, terbukti mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen sekaligus mempercepat masa panen,” jelasnya.
Doa Syukuran Panen
Kegiatan panen raya dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh manajemen GTN, para pengurus AK5, serta perwakilan PT Formula TOP Indonesia. Acara diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, kemudian dilanjutkan dengan pemanenan jagung secara massal.
“Ini bukan sekadar panen biasa, melainkan momentum untuk membangun optimisme bahwa hasil pertanian—apa pun jenis tanamannya—dapat terus ditingkatkan. Saya senang lahan ini bisa produktif dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya sebagai lahan pertanian,” ujar Chandra Bisawan, pemilik lahan.

Proses Penanaman
Proses penanaman hingga panen jagung memakan waktu sekitar 90 hari. Bibit jagung manis varietas unggul ditanam pada pertengahan Oktober 2025 dengan jarak tanam 70 × 20 cm untuk memastikan sirkulasi udara yang optimal.
Setelah berusia dua minggu, tanaman jagung mulai diberi Pupuk Formula 100+ berbentuk serum yang dicampur dengan air. Takaran yang digunakan adalah satu tutup botol pupuk untuk 16 liter air, kemudian disiramkan ke tanaman. Aplikasi pupuk dilakukan sebanyak tiga kali, dengan interval dua minggu.
“Pupuk ini sangat efisien karena satu botol cukup untuk satu hektare lahan,” kata Leonardus.
Pupuk Formula 100+ merupakan pupuk organik yang bekerja dengan cara merangsang aktivitas mikroba tanah sehingga meningkatkan penyerapan nutrisi. Dengan mekanisme tersebut, tanaman jagung tumbuh lebih cepat dan lebih tahan terhadap serangan hama seperti ulat grayak maupun penyakit busuk batang.
“Keunggulan pupuk ini adalah 100 persen alami dan tidak meninggalkan residu kimia berbahaya,” tambahnya.
Seluruh hasil panen jagung manis pada panen raya ini diborong oleh pembeli yang datang langsung ke lokasi. Para pembeli tersebut merupakan pengepul yang selanjutnya mendistribusikan jagung ke para pedagang di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Penulis: Reza Liberty
Penyunting : Kada Rapail Ginting











