JAKARTA, GITAMEDIA.COM – Turnamen Futsal Praeses Naposo HKBP (NHKBP) Distrik VIII DKI Jakarta yang diselenggarakan pada 23-24 Mei dan 30-31 Mei 2026, kini menuai polemik.
Ajang yang seharusnya menjadi wadah sportivitas dan pembinaan pemuda gereja ini mendapat sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta.
Wakil Bendahara DPD GAMKI DKI Jakarta, Yohanes Togatorop, melayangkan kritik keras terkait bobroknya kinerja panitia penyelenggara dalam mengawal jalannya kompetisi.
Ia menilai panitia sangat lalai dan kurang ketat dalam melakukan pengawasan administrasi peserta.
“Sangat disayangkan, turnamen futsal yang seharusnya bersih, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, dan menjadi ruang positif bagi pemuda gereja ini justru dikotori oleh kelalaian panitia sendiri,” ujar Yohanes Togatorop dalam keterangan tertulisnya.
Poin-Poin Kritik Utama Terhadap Panitia Penyelenggara:
1.Lemahnya Pengawasan Administrasi: Panitia dinilai meloloskan peserta yang tidak memenuhi syarat administrasi, yang jelas-jelas melanggar peraturan resmi turnamen.
2.Ketidaktegasan Terhadap Pemain Pro: Panitia terkesan menutup mata dan tidak tegas menyikapi adanya pemain profesional (pro player) yang ikut bertanding. Hal ini dianggap mencederai asas keadilan bagi tim-tim amatir NHKBP.
3. Dugaan Kejanggalan dan Kecurangan Sistematis: Ditemukan indikasi kecurangan yang melibatkan salah satu Gereja HKBP, yang kebetulan merupakan asal gereja dari Ketua Naposo HKBP Distrik VIII DKI Jakarta berinisial FS. Hal ini memicu spekulasi adanya konflik kepentingan (conflict of interest).
Yohanes menegaskan bahwa GAMKI DKI Jakarta mendukung penuh setiap kegiatan kepemudaan yang positif, namun tidak akan tinggal diam jika ditemukan praktik-praktik yang merusak integritas organisasi kepemudaan Kristen.
“Kami meminta pertanggungjawaban dari Panitia Penyelenggara dan mendesak adanya evaluasi total. Jangan sampai ambisi juara menghalalkan segala cara, apalagi dalam lingkup pelayanan pemuda gereja. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka kredibilitas NHKBP Distrik VIII DKI Jakarta sedang dipertaruhkan,” tegas Yohanes.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara maupun Ketua Naposo HKBP Distrik VIII DKI Jakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Yohanes berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar ke depannya turnamen gereja dikelola secara profesional dan transparan. (system)











