JAKARTA,GITAMEDIA.COM — Pergerakan Sarinah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental anak. Pesan kuat ini disampaikan melalui rangkaian kegiatan strategis dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Sebelum menuju puncak acara pada Minggu, 19 Juli 2026 di Rasuna Epicentrum, Jakarta, Pergerakan Sarinah terlebih dahulu memproduksi Video Advokasi Perlindungan Hak Anak dan Digital Parenting. Video edukatif tersebut melibatkan sejumlah tokoh, di antaranya Wahyuni Refi, S.H., M.H. (Pergerakan Sarinah), Aris Adhi Leksono (KPAI), Any Rufaedah (Lab Psikologi UNUSIA Jakarta), Camat Jatinegara Endang Kartika W., S.K.M., MM, serta Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Hj. Happy Farida Djarot.
Melalui video tersebut, Pergerakan Sarinah mengajak orang tua memahami pentingnya perlindungan hak anak dan pola pendampingan gawai yang tepat. Konsep digital parenting yang digaungkan bukan berarti melarang anak total, melainkan memberikan batasan sehat agar anak tetap memiliki waktu seimbang untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi.
Komitmen tersebut diwujudkan nyata pada puncak perayaan di Rasuna Epicentrum dengan menghadirkan ‘Pojok Konseling’ bekerja sama dengan Tim Lab Psikologi UNUSIA Jakarta. Fasilitas ini menjadi ruang aman bagi anak dan keluarga untuk berbagi cerita mengenai tekanan psikologis.
Sekretaris Jenderal Pergerakan Sarinah, Tika Dian Pangastuti, S.S., MM, menegaskan bahwa kesehatan mental adalah bagian vital tumbuh kembang anak. “Anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk didengar, dipahami, dan didampingi. Kadang-kadang, hal sederhana seperti mendengarkan anak dengan baik bisa menjadi langkah penting bagi kesehatan mental mereka,” ujar Tika.
Acara juga dimeriahkan dengan senam bersama, dialog interaktif, fun walk, pertunjukan seni, deklarasi perlindungan anak, pembagian buku, hingga nonton film bersama. Pergerakan Sarinah menegaskan bahwa momentum HAN 2026 harus menjadi pengingat kolektif bahwa anak yang terlindungi adalah anak yang juga didengar dan diperhatikan kesehatan mentalnya.
Pergerakan Sarinah adalah organisasi kemasyarakatan perempuan yang berfokus pada advokasi, edukasi, dan pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak di Indonesia. Mengambil inspirasi dari semangat “Sarinah” sebagai simbol kekuatan dan kemandirian, organisasi ini aktif menyuarakan isu-isu krusial mulai dari kesetaraan gender, kesehatan mental keluarga, pemenuhan hak anak, hingga pola asuh di era digital (digital parenting).
Melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah, akademisi, dan lembaga perlindungan anak, Pergerakan Sarinah berkomitmen membangun ekosistem masyarakat yang aman, inklusif, dan responsif gender demi mencetak generasi masa depan yang berdaya. (red)











