LAMONGAN,GITAMEDIA.COM— Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lamongan, Erna Sujarwati, mengajak generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani mengambil peran dalam ruang-ruang politik sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan menjaga keutuhan NKRI.
Ajakan tersebut disampaikan Erna dalam momentum pelantikan kader partai yang dihadiri sekitar 1.800 peserta. Ia menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik tidak boleh dipandang sekadar memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan.
“Jumlah 30 persen perempuan di ruang pelantikan ini bukan hanya angka. PDI Perjuangan ingin memperkokoh kekuatan perempuan secara substansi dan kualitas. Kehadiran perempuan bukan sekadar soal kuota, tetapi bagaimana menghadirkan empati, keadilan, dan perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Erna.

Erna juga mengingatkan pentingnya meneladani pemikiran Bung Karno dalam buku *Sarinah*, yang menempatkan perempuan sebagai elemen penting dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, perempuan bukan hanya pelengkap dalam rumah tangga maupun ruang publik, melainkan tiang negara sekaligus motor penggerak peradaban.
“Perempuan harus berani mengambil peran. Kehadiran perempuan hari ini adalah satu tarikan nafas dan bagian dari perjuangan untuk mendobrak budaya patriarkis yang selama ini membatasi ruang gerak perempuan,” katanya saat ditemui di sela-sela pelantikan PAC PDI Perjuangan Lamongan
Erna menilai, semakin banyak perempuan yang terlibat dalam politik menunjukkan bahwa ruang kesetaraan mulai terbuka. Karena itu, ia mendorong kader muda perempuan agar tidak ragu memulai karier politik dari jenjang paling bawah di struktur partai.
Ia menjelaskan, proses kaderisasi politik dapat dimulai dari kepengurusan anak ranting di tingkat dusun, ranting desa, pengurus anak cabang di tingkat kecamatan, hingga Dewan Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten.
“Berkarier di politik bukan sesuatu yang mustahil. Semua bisa dimulai dari bawah melalui proses kaderisasi partai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erna menegaskan bahwa perempuan yang terjun ke dunia politik harus mampu membawa perspektif dan pengalaman khas perempuan dalam setiap perjuangan kebijakan.
“Kuota 30 persen hanyalah pintu masuk secara hukum. Yang lebih penting adalah bagaimana perempuan mampu memperjuangkan kepentingan perempuan dan masyarakat secara nyata,” tegasnya saat menghadiri acara pelantikan PAC PDI Perjuangan Lamongan
Ia pun mengajak seluruh kader perempuan untuk bersama-sama mengisi ruang politik dengan gagasan, pengalaman hidup, serta semangat perjuangan demi menghadirkan perubahan yang lebih adil dan inklusif bagi masyarakat. (system)











