HALMAHERA TENGAH,GITAMEDIA.COM – Situasi keamanan di perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, dilaporkan mulai berangsur kondusif pada Minggu (5/4/2026) setelah sempat pecah bentrokan hebat dua hari sebelumnya. Aparat gabungan TNI-Polri masih disiagakan di lokasi untuk mencegah potensi konflik susulan.
Kronologi Kejadian
Bentrokan bermula pada Jumat siang (3/4/2026) yang dipicu oleh penemuan jasad seorang warga lanjut usia, Ali Daud (63), asal Desa Banemo di area perkebunan wilayah Desa Sibenpopo. Korban ditemukan dengan sejumlah luka senjata tajam, yang kemudian memicu kecurigaan dan kemarahan warga desa asalnya terhadap warga desa tetangga. Massa yang terprovokasi kemudian melakukan penyerangan ke desa tetangga, yang dibalas oleh pihak lain sehingga terjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan benda tumpul.
Dampak Konflik
- Korban Jiwa: Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat bentrokan brutal tersebut.
- Kerugian Materil: Sejumlah rumah warga di Desa Sibenpopo hangus terbakar akibat amukan massa yang tersulut emosi.
Upaya Rekonsiliasi dan Keamanan
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, dan Danrem 152/Baabullah telah turun langsung ke lokasi untuk menemui warga dan menyerukan perdamaian.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar yang dapat memancing emosi kedua belah pihak,” ujar Irjen Pol Waris Agono.
Saat ini, ratusan personel polisi telah dikerahkan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Patani Barat.
Langkah Hukum dan Penegakan Keamanan
Polda Maluku Utara dan jajaran terkait telah mengambil langkah-langkah tegas untuk memastikan supremasi hukum tetap berjalan:
- Penebalan Pasukan: Sebanyak 250 hingga 259 personel gabungan TNI-Polri telah disiagakan di titik-titik rawan perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo. Selain itu, Mabes Polri mengirimkan bantuan personel tambahan dari Divpropam dan Itwasum ke Maluku Utara sejak Sabtu pagi (4/4) guna memperkuat pengamanan.
- Investigasi Kasus: Pihak kepolisian sedang mendalami kasus dugaan pembunuhan warga Desa Banemo yang menjadi pemicu utama bentrokan. Fokus utama adalah menangkap pelaku asli pembunuhan agar warga tidak lagi melakukan aksi main hakim sendiri.
- Patroli Intensif: Aparat terus melakukan patroli rutin di area hutan dan pemukiman untuk mencegah adanya konsentrasi massa yang membawa senjata tajam.
- Penyelesaian Melalui Dialog: Kemenkumham Malut mendorong penyelesaian konflik melalui Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di tingkat desa untuk memfasilitasi dialog dan musyawarah antarwarga.
Informasi Bantuan Logistik
Penanganan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan fasilitas umum yang rusak mulai dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan instansi terkait:
- Penyaluran Bantuan Dasar: Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah bersama Dinas Sosial mulai mendata korban terdampak pembunuhan dan pembakaran rumah untuk penyaluran bantuan tanggap darurat berupa beras, mi instan, selimut, dan perlengkapan tidur.
- Pendirian Posko: Meskipun fokus utama saat ini masih pada stabilisasi keamanan, koordinasi dengan BPBD dilakukan untuk menyiapkan dapur umum dan bantuan tenda bagi keluarga yang rumahnya hangus terbakar di Desa Sibenpopo.
- Fasilitas Umum yang Terdampak: Selain rumah warga, satu unit tempat ibadah dan pos polisi dilaporkan mengalami kerusakan/kebakaran, yang nantinya akan masuk dalam skema rehabilitasi pascakonflik oleh pemerintah daerah.










