Humbang Hasundutan, 21 Agustus 2026 — Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Humbang Hasundutan menggelar doa bersama untuk mendoakan para korban dan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di halaman madrasah Barangan Jl. Sihite II Desa Sihite Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan.
Doa bersama diikuti oleh Kepala Madrasah, dewan guru dan tenaga kependidikan, serta seluruh siswa MAN Humbang Hasundutan. Suasana khidmat dan penuh kepedulian terlihat selama kegiatan berlangsung.
Kepala MAN Humbang Hasundutan, Tarmizi, S.Pd.I., menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar madrasah terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Semoga saudara kita yang saat ini diuji dengan kehilangan keluarga, harta mereka, dan saat ini mengalami luka-luka kiranya diberikan Allah ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian ini,” tambah Tarmizi.
Mari kita sama-sama mohon kepada Allah SWT agar kiranya ditabahkan hati saudara-saudara kita dan diberi kekuatan menjalani kehidupan dimasa-masa yang akan datang,” harapnya.
Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar para korban diberikan tempat yang terbaik, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, serta masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan perlindungan,” ujar Tarmizi.
Tarmizi juga mengajak seluruh siswa untuk senantiasa memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama ketika terjadi musibah di berbagai daerah. Menurutnya, kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan secara materi, tetapi juga melalui doa dan dukungan moral.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Melalui kegiatan ini, MAN Humbang Hasundutan berharap keluarga korban dan seluruh masyarakat terdampak gempa di NTT senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, kesehatan, serta keselamatan dalam menghadapi masa-masa sulit. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi siswa tentang pentingnya menumbuhkan nilai kepedulian, empati, solidaritas, dan persaudaraan sesama manusia.











