Jakarta, (gitamedia.com) -Pada hari Minggu, 19 Oktober 2023 diadakan Seminar Legislatif, oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Jakarta dengan tema “”Menyikapi Perubahan Algoritma Pada Platform Digital Bagi Society 5.0”. Hadir sebagai narasumber adalah Harry Ara Hutabarat selaku Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta, Akbar Evandio selaku Jurnal Bisnis Indonesia.
Ketua BPM FMIPA UNJ, Dadan Rama secara khusus mengajak kepada mahasiswa/i UNJ agar lebih berani mengadakan acara-acara diskusi semacam ini.
Hal ini disampaikannya sesaat setelah Seminar Legislatif usai, “Seminar legislatif FMIPA tahun 2023 Alhamdulillah berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Kegiatannya cukup seru dan menarik terutama pada saat talkshow karena hadirnya dua orang hebat yang menguasai materi dibidangnya sehingga banyak sekali ilmu baru yang didapat dari kegiatan ini. Selain itu, pemateri banyak berinteraksi dengan peserta sehingga sangat mudah dipahami oleh peserta dan membuat acara menjadi menarik serta tidak membosankan. Pemateri juga memberikan materi dengan memperlihatkan website resmi berisikan data dan informasi agar mahasiswa bisa berpikir terbuka dan sebelum melakukan segala tindakan harus mencari data dan informasi terlebih dahulu. Saya berharap untuk seminar legislatif tidak berhenti ditahun ini saja namun bisa selalu diselenggarakan setiap tahun karena acara ini sangat berguna untuk mahasiswa agar mahasiswa bisa lebih memiliki pengetahuan yang luas dan termotivasi untuk menyuarakan terhadap isu yang sedang hangat terjadi di masyarakat.” Pungkas Dadan.
Selain itu, kedepan diskusi seperti ini terus mengundang pakar dan pelaku yang bisa membuka cara berpikir rasional dan lebih terbuka tentang kondisi yang sedang terjadi di Indonesia dan lebih menghidupkan lagi diskusi-diskusi yang lebih besar dan luas lagi terkhusus dalam dunia legislative dan stake holder terkait.
Dalam diskusi tersebut, Harry Ara Hutabarat selaku ketua komisi informasi DKI Jakarta yang juga alumni dari fakultas ekonomi UNJ, menyatakan “bahwa kegiatan Seminar Legislatif terkait Perubahan Algoritma Pada Platform Digital Bagi Society 5.0 dengan mengundang Komisi Informasi yang dimana bertugas dalam ranah pengawasan menunjukkan bahwa Seminar Legislatif dari FMIPA UNJ mendukung KI DKI dalam mensosialisasikan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat Jakarta. Dengan dukungan dari mahasiswa, KI DKI tidak berjuang sendirian, tapi punya teman-teman mahasiswa yang peduli dengan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan dan bisa sebagai agen untuk mensosialisasikan kepada setiap unsur masyarakat bahwa mereka mempunyai hak untuk mengakses informasi di setiap instansi public”
Lanjutnya, ia juga menuturkan sebagai lembaga yang berperan dalam menyelesaikan sengketa informasi publik, KI DKI memiliki tugas utama dalam mediasi dan sidang ajudikasi nonlitigasi. Tapi, tentu saja, tidak semua orang sudah paham betul apa itu UU KIP. Oleh karena itu, KI DKI melakukan sosialisasi secara masif ke berbagai lapisan masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat Jakarta semakin paham akan hak mereka dalam mendapatkan informasi public..
Kemudian, Akbar Devano selaku Jurnalis Bisnis Indonesia dalam materinya mengatakan “mahasiswa harus selalu skeptis (ragu-ragu) terhadap setiap informasi yang diterima dan beredar di masyarakat dimana menunjukkan kita harus selalu kritis akan kebenaran dan informasi yang diterima. Dalam era informasi yang begitu cepat dan mudahnya menyebar, banyak sekali informasi yang tidak terverifikasi dan bahkan bisa jadi hoaks. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai mahasiswa untuk tidak langsung percaya begitu saja pada setiap informasi yang kita temui.
Lanjutnya kita harus rajin melakukan pengecekan, mencari sumber yang terpercaya, dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum mengambil kesimpulan. Dengan sikap skeptis ini, kita bisa menjadi lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh propaganda atau informasi yang tidak akurat. Selain itu, kita juga bisa menjadi agen perubahan yang membantu menyebarkan informasi yang benar dan memerangi penyebaran hoaks. Jadi, jangan takut untuk selalu mempertanyakan dan mengevaluasi informasi, karena hal itu merupakan bagian penting dari proses belajar dan pengembangan diri kita.


Dalam kesempatan yang sama, ketua pelaksana Semleg FMIPA UNJ Silva Nurahmih, dalam pernyataannya “Seminar legislatif ini diadakan karena pada perkembangan zaman saat ini dimana segala macam informasi tersebar luas melalui media digital, sebagai warga negara yang baik harus lebih peduli dan mampu mengkaji kebenaran informasi terkait isu-isu yang tersebar di Indonesia dalam menghadapi perubahan algoritma pada platform digital saat ini dan sebagai ruang dialog bagi berbagai elemen untuk melakukan peran”.
“Harapannya dengan mengikuti seminar legislatif ini kita dapat sama sama menambah wawasan terkait apa yang harus dilakukan terhadap regulasi Perubahan Algoritma pada Platform Digital di era Society 5.0, selain itu dapat memicu minat masyarakat untuk mengembangkan keahlian digital mereka, seperti literasi digital, keamanan siber, dan kemampuan bermedia sosial yang cerdas, dapat mendorong masyarakat untuk berpikir kreatif tentang cara menghadapi perubahan algoritma sehingga bisa membuka pintu bagi inovasi baru di dunia digital dan pengembangan konten yang lebih berkualitas, serta masyarakat dapat merasa lebih diberdayakan dalam lingkungan digital. Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah penting untuk diskusi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi perubahan algoritma di era Society 5.0. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat dapat lebih siap dan mampu menyikapi tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh teknologi digital.”, tutupnya
Penyunting : Redaksi Gitamedia











