JAKARTA, GITAMEDIA.COM – Praktisi hukum, Fredi Moses Ulemlem, S.H., M.H., mengungkapkan rasa keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras setelah melihat unggahan video warga terkait kondisi bangunan SD Negeri Wulur, Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Dalam video yang viral tersebut, tampak kondisi sekolah sangat tragis dengan atap dan plafon yang menganga rusak, memperlihatkan langit tanpa pelindung yang layak bagi siswa.
“Sangat sedih melihatnya. Bagaimana nasib anak bangsa yang bersekolah di sana? Di mana perhatian Kepala Daerah, Kadis Pendidikan, Kepala Sekolah, hingga anggota DPRD-nya?” ujar Fredi dengan nada geram dalam keterangan tertulisnya kepada media, [10/04/2026].
Menurut Fredi, pembiaran bangunan sekolah yang rusak merupakan bentuk nyata kegagalan Pemerintah Daerah dalam menjalankan fungsi dasarnya. Ia memaparkan tiga alasan krusial mengapa hal ini tidak bisa ditoleransi:
Pelanggaran Tanggung Jawab Utama: Sesuai UU No. 23/2014, pemeliharaan fasilitas pendidikan dasar adalah wewenang penuh Pemda.
Pengabaian Hak Konstitusional: Berdasarkan Pasal 31 UUD 1945, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Sekolah yang rusak menghalangi pemenuhan hak tersebut.
Dampak Kualitas & Keselamatan: Kondisi ini mengancam keselamatan siswa dan memperlebar ketimpangan akses pendidikan di wilayah terpencil.
Lebih lanjut, Fredi menyoroti adanya masalah serius dalam tata kelola anggaran dan pelayanan publik di Maluku Barat Daya. Ia menduga anggaran pendidikan yang bersumber dari APBD tidak dieksekusi dengan tepat sasaran.
“Ini dampak dari pemerintahan yang terlalu sibuk bagi-bagi jabatan, kekuasaan, dan proyek demi keuntungan pribadi atau fee semata. Padahal, uang rakyat seharusnya kembali ke rakyat dalam bentuk fasilitas pendidikan yang layak,” tegasnya.
Ia juga mengkritik mentalitas birokrat yang hanya mengejar pangkat secara administratif dan memberikan laporan “asal bapak senang” demi mendapatkan pujian pimpinan, namun abai terhadap realitas pahit yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Jangan hanya butuh pujian dan tepuk tangan meriah. Lihat kondisi SDN Wulur. Itu adalah fakta bahwa pendidikan di MBD sedang tidak baik-baik saja akibat kelalaian pemangku kebijakan,” pungkas Fredi. (sg)











