JAKARTA,GITAMEDIA.COM- Perekonomian Indonesia menunjukkan taringnya di awal tahun. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I berhasil menyentuh angka 5,61%. Capaian impresif ini dinilai sebagai bukti ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi global.
Founder Yayasan Rumah Juang Indonesia (YRJI) sekaligus mantan Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Muh Ageng Dendy Setiawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian tersebut. Menurutnya, angka 5,61% bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa kebijakan pembangunan nasional sudah berada di jalur yang benar (on the right track).
“Pertumbuhan 5,61% ini menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia yang sangat kokoh. Ini adalah bukti konkret bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional membuahkan hasil yang nyata,” ujar Dendy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Dendy secara khusus mengapresiasi langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas makroekonomi, menarik investasi masuk ke dalam negeri, serta konsistensi memperkuat daya beli masyarakat di tingkat akar rumput. Ia meyakini keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang solid di bawah kepemimpinan Presiden.
Namun, Dendy mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil—untuk merapatkan barisan dan mendukung penuh kinerja pemerintah.
“Momentum positif ini harus kita jaga bersama. Tidak boleh ada ego sektoral. Dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita bisa memastikan pertumbuhan ekonomi ini bersifat inklusif dan berkelanjutan hingga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Dendy.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, YRJI berkomitmen untuk terus fokus pada program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Dendy berharap tren pertumbuhan ekonomi yang positif ini dapat terus berlanjut di kuartal-kuartal berikutnya demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara luas. (system)











