Purwokerto (gitamedia.com) – Kota Bandung akan menjadi saksi perhelatan penting dalam sejarah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1954 ini kembali menunjukkan ketangguhannya dalam menjaga soliditas internal di tengah berbagai dinamika dan tekanan eksternal yang mencoba menggoyahkan arah perjuangan.
Di bawah kepemimpinan nasional Imanuel-Sujahri, GMNI menghadapi tantangan serius, terutama dari pihak luar yang berupaya memanfaatkan organisasi sebagai alat untuk kepentingan politik praktis.
Beberapa oknum elit politik disebut mencoba menunggangi GMNI demi agenda pribadi, yang berpotensi mengikis kemurnian gerakan dan merusak tujuan kaderisasi serta perjuangan ideologis yang selama ini dijaga.
Menjelang pelaksanaan Kongres GMNI ke-XXII, yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi, dukungan penuh dari seluruh elemen GMNI diharapkan dapat memperkuat posisi organisasi dalam menghadapi intervensi semacam ini.
Ketua DPC GMNI Purwokerto, Resi Bumi, turut menyampaikan seruannya kepada seluruh kader pada setiap tingkatan di seluruh Indonesia untuk tetap teguh pada nilai perjuangan.
Ia menekankan pentingnya menjaga fokus pada ide dan gagasan yang membangun, bukan terjebak pada konflik kepentingan pihak luar.
“Kita pasti kawal dan dukung penyelenggaraanya,fokus saja terhadap ide dan gagasan positif yang akan kita bawa dalam kongres. Perlu di ingat bahwa pertarungan kita adalah pertarungan ideologis bukan pertarungan kekuasaan, sehingga yang dikejar itu kader yang berkualitas, bukan kader mengambang yang tidak memiliki keteguhan hati dalam perjuanhan ideologi,jadi bagi siapapun yang ingin bergabung dan berjuang dalam semangat yang sama, silahkan saja kami terbuka,” ujar Resi.
Pelaksanaan kongres kali ini bukan hanya momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga ujian integritas dalam menjaga arah perjuangan GMNI sebagai organisasi kader yang independen dan ideologis. (sg)











