Kota Cilegon, (gitamedia.com) – Puluhan aktifis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) akan diberikan pelatihan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dp3akb) Kota Cilegon.
Kepala DP3AKB, Agus Zulkarnaen mengatakan, pentingnya para aktifis PATBM diberikan pelatihan agar dalam penanganan kasus anak mudah.
“Hari ini puluhan aktifis PATBM dari berbagai Kelurahan dan Kecamatan, akan kami latih agar dapat melindungi anak dari tindak kekerasan ,” kata Agus Zulkarnaen, Selasa, 19 Juli 2022.
Ia menuturkan, perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup,tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi secara optimal.
“Kekerasan adalah tindakan kejahatan yang harus diberantas dan sepertinya sudah menjadi budaya akhir-akhir ini dengan para pelakunya adalah orang-orang terdekat dari anak tersebut,” ujarnya.
Masalah kekerasan terhadap anak, kata dia, kurang mendapat perhatian. Karena anak masih menjadi obyek milik orang tua.

Dimana, anak ada hak-haknya yang sering dilupakan. Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tuanya,keluarganya,masyarakat,pemerintah maupun Negara.
“Untuk itulah, kami dari DP3AKB mengumpulan rekan-rekan aktifis PATBM. Mereka akan mendapat materi kepelatihan untuk dapat melindungi anak dari kekerasan,” tuturnya.
Sementara itu, Kabid P2KPA (Pencegahan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak) pada DP3AKB Kota Cilegon, Dewi Herlina mengatakan, kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk sinergitas antara aktifis PATBM dengan kader Cilegon Mandiri.
“Intinya, untuk melindungi anak dari berbagai kekerasan,kami dari DP3AKB terus menerus melakukan sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat. Diantaranya aktifis PATBM, Kader Cilegon Mandiri dan lainnya,” ucapnya.
Dalam pelatihan ini, pihaknya menghadirkan berbagai narasumber diantaranya kepala Dp3akb kota Cilegon, Kanit PPA Polres Cilegon, Psikolog dan motivator jakarta, fasilitator nasional PATBM dan kepala UPTD PPA Dp3akb kota Cilegon.
“Bagaimana caranya,angka kekerasan anak dan perempuan di Kota Cilegon menurun. Karena pada bulan Februari kemarin, sudah mencapai 14 kasus. Dan saat ini kami belum terima laporan, apakah naik atau tidak,” ungkapnya. (ADV)











